Mantan Kepala BPN Diperiksa 5 Jam

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KAJEN-Kasus dugaan korupsi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, menyeret banyak saksi dari kalangan pejabat. Selasa (7/7) kemarin, giliran Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kabupaten Pekalongan, Andi Ansar Kadir diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Kajen Kabupaten Pekalongan selama 5 jam. Setelah dua kali mangkir tanpa alasan.

Padahal sebelumnya Kejari telah memeriksa mantan Kepala Desa Bantar Kulon, Camat Lebakbarang, Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T), Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pekalongan, dan Direktur PT Hidro Rizki Ilahi.

Andi datang ke kantor Kejari Kajen tepat pukul 10.30 dengan wajah lusuh lantaran baru datang dari Makasaar. Andi saat ini menjabat sebagai kepala BPN Kota Makassar. Andi langsung masuk ke ruang pemeriksaan dan pukul 12.30 keluar istriahat untuk salat Dhuhur. Ketika dikonfirmasi oleh awak media, Andi hanya mengatakan “Nanti mas, pemeriksaan saya belum rampung,” ungkap Andi. Pemeriksaan pun dilanjutkan hingga pukul 16.30.

Menurutnya, ada 21 pertanyaan yang diajukan oleh tim penyidik Kejari. Dari 21 pertanyaan tersebut, semua dijawab sesuai dengan apa yang telah dilakukan. “Ada 21 pertanyaan yang diajukan ke saya. Soal materi pertanyaan apa, silahkan tanyakan ke tim penyidik Kejari,” kata Andi dengan nada kesal.

Kasi Inteligen Kejari Kajen, Slamet Hariyadi, mengatakan bahwa diperiksanya Andi Ansar Kadir, selaku mantan kepala BPN Kabupaten Pekalongan untuk dimintai klarifikasi. Selama 5 jam pemeriksaan, Andi menjawab 21 pertanyaan dengan lancar, meski beberapa pertanyaan dijawab agak lamban, lantaran kasus tersebut sudah cukup lama dilakukan.

“Kedatangan mantan kepala BPN ini untuk dimintai klarifikasi. Materi yang kami tanyakan seputar teknis izin pembebasan lahan yang digunakan untuk PLTMH tersebut,” kata Selamet.

Sementara itu, Kepala Kejari Pekalongan, Ahelya Abustam, mengaku sudah mengantongi nama-nama tersangka, namun enggan memberikan jawaban ketika dikonfirmasi hal tersebut.

“Dalam waktu dekat akan kami sampaikan ke media. Beri kami kesempatan agar langkah-langkah yang ditempuh, sesuai dengan prosedur dan benar-benar tepat sasaran,” tegas Ahelya. (thd/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -