Pede dengan Moge

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG
NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG

LAHIR sebagai gadis tomboi, Dian Rachmi mengaku getol dengan hal-hal yang berbau ekstrem, yang biasa dilakukan pria. Seperti touring mengendarai kendaraan roda dua. Tapi jangan salah, meski badannya terbilang ramping, pemilik postur tubuh 168 cm/50 kg ini doyan naik motor gede (moge).

Baginya, mengendarai moge bisa membuat makin pede. ”Sementara ini memang belum bisa beli moge. Tapi paling tidak, bisa merasakan kemewahan dan kenyamanan moge,” ungkap Sekretaris Komunitas Bikers Moge (KBM) Semarang ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dian memang tergolong lincah. Gadis kelahiran Pekalongan, 30 Oktober 1992 ini sudah berani touring hingga Jogjakarta naik moge. Dia sendiri sebenarnya tidak pernah menyangka punya kesempatan traveling penuh kesan itu.

”Dasarnya memang suka jalan-jalan. Terus beberapa waktu lalu diajak kakak kumpul-kumpul. Akhirnya, kenal dengan mereka yang punya moge. Kebetulan malam itu sedang rapat pembentukan panitia KBM. Eh, malah dapet hoki, ditunjuk sebagai sekretaris. Jadi deh, kesampaian touring rame-rame,” jelasnya.

Sejak saat itu sulung dari tiga bersaudara pasangan H Moch Alim dan Hj Sri Utami ini jadi getol mempelajari karakter motor berukuran jumbo tersebut. Saking totalitasnya, dia jadi semangat menabung demi bisa membeli motor yang minimal berkapasitas 400 cc itu.

”Penginnya tetap yang ada boncengannya. Jadi, kalau sewaktu-waktu capek di tengah jalan ketika touring, bisa switch sama teman. Gantian istirahat di belakang,” tutur Dian.

Di sisi lain, dia juga menyimpan obsesi memajukan komunitas motor di Semarang. Dian coba menggeser mindset bahwa kumpulan pencinta moge bukan gerombolan yang hanya bisa ugal-ugalan di jalanan.

”Saya pribadi, lebih suka berada di komunitas yang sopan dan menjunjung tinggi solidaritas kekeluargaan. Seperti di KBM ini,” katanya. (amh/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -