Razia, Temukan Daging Glonggongan

441
RAZIA DAGING: Petugas gabungan dari DP3K dan Satpol PP melalukan razia daging di Pasar Weleri dan Pasar Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAZIA DAGING: Petugas gabungan dari DP3K dan Satpol PP melalukan razia daging di Pasar Weleri dan Pasar Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Petugas gabungan dari Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan (DP3K) serta Satpol PP Kendal, kemarin, melakukan razia di sejumlah pasar tradisional. Dalam operasi tersebut, petugas menemukan sejumlah pedagang yang menjual daging glonggongan. Temuan diketahui, karena banyak daging pedagang yang tidak digantung, melainkan hanya diletakkan di atas meja lapak. Selain itu, juga ditemukan banyak daging yang memiliki kadar air berlebih dari pada daging pada umumnya.

“Dari razia daging sapi dan ayam di pasar tradisional, kami menemukan kadar air masih di melebihi ambang batas toleransi dan tidak memiliki surat dari rumah pemotongan hewan,” kata Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan (DP3K) Kendal Sri Purwati.

Ia menambahkan, razia petugas gabungan sasaran pertama di pasar weleri. Petugas menemukan banyak daging glonggongan setelah dilakukan pengecekan menggunakan alat pengukur kadar air. Sementara di Pasar Kendal, petugas memeriksa daging meski sudah digantung, kondisi di pasar kendal lebih baik. Tapi dari sisi kebersihan, Pasar Kendal tidak lebih baik dari Pasar Weleri. “Kami mengimbau kepada pedagang agar jujur dalam menjual daging dan tetap menjaga kebersihan agar terjamin kesehatannnya,” imbuhnya.

Di Pasar Weleri, petugas menemukan tiga kilogram daging basah yang toleransi kadar air di atas rata-rata. “Terhadap temuan tersebut, kami hanya memberikan pembinaan berupa surat dan teguran lisan. Kami meminta pedagang selalu menggantung daging dan meminta surat keterangan dari dumah pemotongan hewan atas daging yang dijualnya,” tambahnya.

Selain memeriksa daging sapi, petugas juga memeriksa ayam potong di kedua pasar tersebut. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peredaran, ayam mati kemarin (tiren) yang marak dijual bebas. Sebab menjelang lebaran seperti ini banyak pedagang nakal menjual ayam tiren.

Seorang pedagang, Edi Purwanto mengatakan, daging glongong yang dikirim harganya lebih murah ketimbang daging sapi normal. “Warga justru banyak yang mencari daging yang harganya murah, biasanya pembeli dari pedagang bakso ataupun pemilik warung makan,” katanya. (bud/fth)