Truk Galian C Nekad Lewat Jembatan Darurat

345
JEMBATAN MULAI RUSAK : Truk dump galian C tetap nekad menggunakan jembatan darurat Desa Bugangan, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JEMBATAN MULAI RUSAK : Truk dump galian C tetap nekad menggunakan jembatan darurat Desa Bugangan, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN–Lantaran tidak dijaga oleh petugas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Pekalongan pada malam hari, jembatan darurat di Desa Bugagangan, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan dilalui oleh dump truk Galian C. Akibatnya, jembatan tersebut mulai rusak, lantaran banyak baut pengikat kayu pada jembatan yang lepas.

Meski Pemkab Pekalongan telah memasang rambu larangan, pada sejumlah titik menuju Jembatan Bugangan, tak dihiraukan. Bahkan para sopir dump truk tetap nekad dengan alasan jalur tersebut lebih cepat menuju pantura. Biasanya, lewat tengah malam di atas pukul 12.00. Padahal jembatan darurat tersebut, dibangun khusus kendaraan kecil seperti angkutan kota, kendaraan pribadi dan pengendara sepeda motor.

Warga kesal dan langsung melapor ke Bupati Pekalongan, Amat Antono. Pengurus RT 04 Desa Bugangan, Kecamatan Kedungwuni, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa dump truk yang memuat material Galian C sering lewat jembatan darurat Desa Bugangan, jika sudah lewat tengah malam. Jika hal itu dibiarkan, tanpa ada tindakan tegas, jembatan darurat bisa rusak dan membahayakan warga yang melintas. “Kami sudah lapor kepada kepala desa, agar truk Galian C yang melintas di jembatan darurat ditindak tegas,” ungkap Santoso.

Kepala Dishubkominfo Kabupaten Pekalongan, Muhlisin, mengatakan bahwa sudah beberapa kali sopir truk diberi teguran. Karena itu, Dishubkominfo akan bertindak tegas, jika ada truk Galian C yang tetap nekad melalui jembatan darurat tersebut. “Akan kami tindak tegas, jika truk galian C tetap nekad lewat jembatan darurat,” kata Muhlisin.

Sementara itu, Bupati Pekalongan, Amat Antono, menuturkan bahwa banyak warga yang melapor pada dirinya terkait adanya truk Galian C yang lewat di Jembatan Darurat Bugangan. Untuk mengantisipasi agar jembatan darurat tersebut tidak rusak, seperti amblesnya Jembatan Comal, Pemalang, memang harus dijaga.

“Untuk itu, harus benar-benar dijaga ketat, sehingga kendaraan yang melebihi tonase tidak melintas. Begitupula di Jembatan Darurat Kedung Patangewu juga harus dijaga maksimal. Tolong Camat Kedungwuni ikut menjaga jembatan darurat tersebut, jangan tidur terlalu sore,” tegas Bupati. (thd/ida)