Diduga Frustasi, Sarjana Panjat SUTET

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PEKALONGAN – Arif Qurohman, 21, warga Desa Capgawen, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan yang diduga mengalami depresi nekat naik tower SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) setinggi 40 meter di pinggiran Desa Ambokembang, Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, pada Selasa tengah malam (7/7).

Aksi nekat pemuda yang diketahui berijazah S1 tersebut, bermula saat dirinya izin salat maghrib. Namun hingga waktu Isya dan akan salat tarawih dirinya belum juga kembali.

Tanpa diduga, pemuda yang berprofesi sebagai kameramen video pernikahan ini malah dipergoki warga gang 3 Cangkring, Ambokembang, sedang naik ke pucuk SUTET.

Warga pun akhirnya geger dengan ulah pemuda lulusan dari salah satu perguruan tinggi ternama Semarang ini. Berita pemuda yang diduga akan bunuh diri terjun dari puncak tower SUTET tersebut akhirnya dengan cepat menyebar hingga telinga pihak keluarga.

Akhirnya Ibu dan pamannya, yang rumahnya berjarak 3 kilometer dari lokasi langsung menuju lokasi. Petugas gabungan dari Kepolisian, SAR dan Damkar terus bersiap-siap untuk evakuasi pemuda tersebut.

Ibunya juga sempat berkali-kali menasehati pemuda tersebut agar turun, sampai ibunya menangis, tapi tidak diindahkan. Paman pemuda nekad tersebut, Taufik saat dimintai keterangan mengatakan tidak ada tanda-tanda keanehan pada keponakannya. “Tadi pas salat mahgrib tiba-tiba lari saja, tidak tahunya kesini,” ucapnya.

Taufik mengungkapkan, keponakannya memang baru lulus kuliah di Semarang. “Kemarin baru lulus, infonya ingin melanjutkan sekolah lagi di Bandung, tapi jelasnya seperti apa saya tidak tahu,” ucapnya. Ditambahkan pula, keponakannya sudah tiga kali melakukan percobaan bunuh diri yang kesemuanya bertepatan dengan momen menjelang lebaran.

Kasatreskrim Polres Pekalongan AKP Barry mengungkapkan tim gabungan siap mengevakuasi pemuda tersebut. “Tim kami seyogjanya sudah siap evakuasi, namun keluarga belum memberikan izin takutnya nekat meloncat,” jelasnya.

Namun setelah ditunggui sampai menjelang sahur, pemuda nekat tersebut akhirnya turun sendiri tanpa diperintah. Dan keluarganya langsung membawa pulang. (han/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -