H-5 Truk Barang Dilarang Lewat Pantura

434
BIKIN MACET : Pada H-5 hingga H+3 Lebaran, truk atau kereta angkutan barang resmi dilarang melintasi Pantura Pekalongan, atau Pantura Jateng. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
BIKIN MACET : Pada H-5 hingga H+3 Lebaran, truk atau kereta angkutan barang resmi dilarang melintasi Pantura Pekalongan, atau Pantura Jateng. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

KAJEN – Sembilan hari menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri, jalur pantura semakin padat dilalui oleh truk besar yang mengangkut barang paket dan industri lainnya. Pasalnya lima hari sebelum Lebaran atau H-5 hingga H+3 Lebaran, kendaraan pengangkut barang, seperti truk barang dan kereta barang dilarang melintasi Pantura Pekalongan.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, jalur pantura Kabupaten Pekalongan, akan mengalami kemacetan dengan adanya kendaraan muatan besar yang diizinkan lewat, pada Pasar Kembang Wiradesa, karena adanya pasar tumpah.

Kepala Dishubkominfo, Kabupaten Pekalongan, Muhlisin, Rabu (8/7) mengatakan pihaknya telah menerima surat edaran dari Dinhubkominfo Jateng yang memberlakukan peraturan baru. Bahwa H-5 dan H+3 Lebaran, truk atau kereta angkutan barang resmi dilarang melintasi Pantura Jateng.

Menurutnya pada H-5 mulai pukul 00.00 sampai H+3, angkutan bahan bangunan, kereta tempelan, kereta gandengan dan angkutan bersumbu di atas 2 dilarang beroperasi. “Kecuali angkutan BBM, BBG, ternak, kepokmas, pupuk, susu murni dan barang antaran pos, masih diperbolehkan,” jelasnya.

Muhlisin juga mengatakan dengan dibukanya tol Cipali, diperkirakan arus mudik tahun ini akan meningkat, dan akan terjadi penumpukan kendaraan jika tidak diantisipasi jauh hari sebelumnya.

Menurutnya untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dari daerah tetangga. Khususnya pengaktifan traffic light untuk mengatur arus padat kendaraan dan puncak arus terjadi pada H-2, karena sudah masuk masa cuti bersama.
“Adanya tol Cipali dan dibukanya tol sementara Pejagan-Pemalang dipastikan membuat arus ke timur semakin tinggi. Kabupaten Pekalongan pasti akan kena dampaknya, makanya jauh hari sudah kita persiapkan,’’ katanya.

Sementara itu, Kapolres Pekalongan, AKBP Indra Krismayadi menegaskan untuk mengantisipasi adanya kemacetan di jalur pantura Kabupaten Pekalongan, khususnya Pasar Kembang Wiradesa, pihaknya akan menempatkan puluhan anggotanya sejak jam 04.00 WIB pagi hari.

Menurutnya hal itu dilakukan, agar para pedagang tidak berjualan di sepanjang jalan tersebut, yang akan berdampak pada kemacetan jalur pantura. “Ada 389 personel yang sudah disiapkan Polres Pekalongan, untuk pengamanan jalur pantura. Bahkan puluhan anggota sudah disiapkan sejak pukul 04.00 di Pasar Kembang Wiradesa, untuk mencegah kemacetan yang terjadi,” tegasnya. (thd/ric)