Soemarmo-Mahfudz Ali Berebut Rekomendasi

336
Mahfudz Ali. (dok)
Mahfudz Ali. (dok)
Soemarmo HS. (dok)
Soemarmo HS. (dok)

SEMARANG – Dua bakal calon (balon) Wali Kota Semarang, Soemarmo Hadi Saputro dan Mahfudz Ali memang paling menonjol di antara kandidat lain yang mendaftar di Koalisi Tugu Muda (PKS, Golkar, Demokrat). Partai Golkar sendiri telah memutuskan dua nama tersebut untuk diusulkan ke tingkat DPD Jateng dan DPP.

Keputusan DPD II Partai Golkar Kota Semarang itu sepertinya juga akan diadopsi oleh DPC Partai Demokrat. Meski partai berlambang bintang mercy tersebut belum menggelar fit and proper test kepada seluruh kandidat, namun Sekretaris DPC Partai Demorkat Wahyu ’Liluk” Winarto mengakui jika dua nama tersebut paling menonjol dibanding dua kandidat lain, yakni Djoko Setijowaarno dan Rudy Sulaksono.

”Sementara ini yang menonjol dua nama itu, Soemarmo dan Mahfudz Ali. Bisa dilihat keseriusannya dalam melakukan sosialisasi, pengenalan kepada masyarakat,” katanya.

Meski begitu, pihaknya tetap melalui mekanisme penjaringan dan penyaringan yang telah ditentukan. Seperti menggelar fit and proper test. ”Ibaratnya DPC itu koki, tukang masaknya yang menentukan nanti DPD dan DPP. Jadi meski kita serahkan dua nama tersebut, tapi belum final. Soal siapa yang akan direkomendasi kita serahkan sepenuhnya pada DPD PD Jateng dan DPP PD,” terang Liluk, sapaan akrabnya.

Selama ini tingkat DPC telah melakukan survei internal dan melakukan rapat koordinasi dengan jajaran struktural dan kader, dari situ muncul dua nama tersebut. Desakan dari bawah juga demikian. ”DPC sudah melaksanakan tugasnya, sudah melaksanakan semua prosedur, ini hasil masakan kami, monggo DPD dan DPP yang menentukan,” katanya.

Jika DPD dan DPP, memiliki kebijakan atau keputusan lain tentu akan diterima oleh DPC Partai Demorkat Kota Semarang. Namun Liluk optimistis, keputusan DPD dan DPP tentu akan memperhatikan aspirasi yang berkembang di bawah.

Saat ditanya kapan mengusulkan keduanya, Liluk mengaku akan melakukan secepatnya. ”Saat ini tinggal menunggu proses administrasi saja, kebetulan Pak Ketua (Ketua DPC PD Kota Semarang Sutarip Tulis Widodo, Red) masih di Jakarta, jadi nunggu beliau pulang, kalau sudah sampai Semarang langsung kita kirim suratnya,” ujar Liluk.

Hal yang hampir sama juga disampaikan Ketua DPD PKS Kota Semarang, Agung Budi Margono. Menurut Agung, partainya telah mengirim empat nama untuk dimohonkan rekomendasi. ”Kita kirim empat nama yang mendaftar ke Koalisi Tugu Muda, siapa yang direkomendasikan kita masih menunggu,” ujar Agung BM.

Pria yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Semarang ini menambahkan, empat nama yang dikirim adalah Soemarmo HS, Mahfudz Ali, Rudy Sulaksono dan Djoko Setijowarno. ”Mereka sudah mengikuti proses penjaringan, termasuk uji kompetensi di partai kami, hasilnya sudah dikirim ke DPW PKS Jateng dan DPP PKS,” katanya.

Sebelumnya, koalisi Gerindra-PAN juga telah menggelar fit and proper test dan mengusulkan Soemarmo HS dan Sigit Ibnugroho untuk dimintakan rekomendasi ke tingkat DPP masing-masing. Dengan begitu, sudah ada lima partai yang mengusulkan nama Soemarmo. Nama mantan Sekda Kota Semarang itu pun semakin menguat menjadi calon wali kota dalam Pilwalkot mendatang.

Dan belakangan, ada rencana koalisi besar yang melibatkan 8 parpol, yakni PKS, Golkar, Demokrat, Gerindra, PAN, PKB, Nasdem, dan PPP. Bahkan delapan parpol tersebut sudah menggelar rapat internal beberapa kali. Seperti di kantor DPC PKB Kota Semarang beberapa waktu lalu, dan kantor DPD PKS, kemarin. Jika delapan parpol ini benar-benar menyatu dalam satu koalisi besar, maka berarti akan menguasai setidaknya 35 kursi di DPRD Kota Semarang. Kekuatan yang cukup besar untuk melawan calon petahana dari PDIP, Hendrar Prihadi.

Ketua DPC PKB Kota Semarang Teguh Widodo membenarkan adanya rencana koalisi 8 partai tersebut. Dalam pertemuan kedua di kantor DPD PKS pada Selasa (7/7) lalu, MoU kesepahaman koalisi akan segera dituangkan dalam minggu ini. ”Delapan partai memang sudah sepakat koalisi. Deklarasi kalau tidak Minggu (12/7) ya Senin (13/7),” ujarnya.

Prakoalisi, lanjut Teguh, masing-masing partai sudah memiliki kandidat yang dijagokan dalam Pilwalkot 9 Desember mendatang. Dalam koalisi nanti, nama kandidat yang dijagokan masing-masing partai akan dikerucutkan menjadi satu calon wali kota dan wakil.

”Usulan masing-masing partai akan digodok lagi, disatukan dalam satu koalisi. Kemudian ditindaklanjuti siapa yang patut dicalonkan. Semua itu kesepakatan koalisi. Sebelum Lebaran nanti kita harapkan semua sudah clear,” tandasnya. (zal/aro/ce1)