Tambah Cinta Budaya Wayang Sejak Dini

438
URI-URI BUDAYA: Sejumlah anak TK dan SD terlihat serius menggambar dan mewarnai tokoh pewayangan di sanggar Seni Rupa Paku Budaya, kawasan Sukarno Hatta kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
URI-URI BUDAYA: Sejumlah anak TK dan SD terlihat serius menggambar dan mewarnai tokoh pewayangan di sanggar Seni Rupa Paku Budaya, kawasan Sukarno Hatta kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sepanjang Ramadan ini, Djoko Sutedjo mengajarkan anak-anak TK dan SD untuk menggambar dan mewarnai tokoh pewayangan di sanggar Seni Rupa Paku Budaya di kawasan Sukarno Hatta. Pria yang akrab disapa Ki Djoko ini memang menyimpan obsesi mengenalkan budaya Jawa sejak usia dini lewat sosok-sosok wayang kulit.

Dia mengaku belajar dari Sunan Kalijaga yang berdakwah menggunakan media wayang dan kearifan lokal. “Sekarang banyak yang tidak mengenal tokoh-tokoh pewayangan. Karena itu, dengan mengajak anak-anak menggambar dan mewarnai seperti ini, sedikit demi sedikit, mereka akan mengenalnya,” tutur Ki Djoko.

Program sosial telah dilakoni Ki Djoko sejak lima tahun silam. Saban tahun, dia bisa mengajarkan sekitar 60an anak tanpa memungut biaya sepeser pun. Bahkan dia menyediakan takjil untuk seluruh peserta dan orang tua yang mengantarkan.

“Semua kembali pada tujuan awal. Yang penting, anak-anak tidak terlalu mengidolakan tokoh-tokoh kartun yang tidak tahu juntrungnya. Jangan sampai terpengaruh oleh kesenian asing yang tidak sesuai dengan kepribadian anak-anak Indonesia. Kalau karakter pewayangan itu unik-unik dan sarat kearifan lokal,” imbuhnya.

Seperti Arjuna, lanjut Ki Djoko, sifatnya berbudi luhur, suka bertapa atau istilah zaman sekarang berpuasa. Hal ini perlu ditanamkan kepada anak-anak. Pemilihan warna sesuai aslinya, berhubung masih anak-anak, jadi dibebaskan yang penting ada niat.”Memang kebanyakan pada suka menggambar tokoh-tokoh Pandhawa. Mungkin juga karena beberapa waktu lalu sempat ngeboom film Mahabharata,” pungkasnya. (amh/zal)