Bambang Kusriyanto Mundur sebagai Ketua DPRD

471
MUNDUR: Bambang Kusriyanto mengundurkan diri sebagai Ketua DPRD Kabupaten Semarang. (FOTO: PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MUNDUR: Bambang Kusriyanto mengundurkan diri sebagai Ketua DPRD Kabupaten Semarang. (FOTO: PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Menyusul putusan Mahkamah Konstitusional (MK), tentang bakal calon kepala daerah dari TNI/Polri dan PNS serta DPRD harus mengundurkan diri. Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bambang Kusriyanto (BK) dan Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) M. Basari, menyatakan siap mundur dari keanggotaan DPRD. Keduanya siap mundur untuk persyaratan pencalonan diri sebagai bakal calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati Semarang periode 2015-2019.

Bambang Kusriyanto mengatakan, menyusul adanya putusan MK, bahwa anggota DPRD yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah harus mundur. Maka pihaknya sudah memantapkan diri untuk mengundurkan diri sebagai Ketua DPRD Kabupaten Semarang. Bahkan Bambang juga sudah mengirimkan surat pengunduran dirinya sebagai Ketua DPRD Kabupaten Semarang kepada Ketua DPP PDIP pada 1 Juli 2015. Menurut Bambang, putusan MK tersebut merupakan risiko yang harus dihadapi bagi siapa pun yang akan mencalonkan dirinya sebagai kepala daerah. ”Putusan MK sudah jelas bahwa calon dari TNI/Polri dan PNS serta DPRD harus mengundurkan diri, ya kita siap mundur. Sikap untuk mengundurkan diri ini merupakan keputusan pribadi,” kata Bambang yang menjadi bakal calon Bupati Semarang dari PDIP, Kamis (9/7) kemarin di kompleks DPRD Kabupaten Semarang.

Sementara itu, balon calon Wakil Bupati dari Partai Kebangkiban Bangsa (PKB) Kabupaten Semarang, M. Basari mengatakan dirinya sudah siap untuk mundur dari keanggotaan DPRD. Basar sendiri mengatakan bahwa pihaknya siap jika akhirnya mendapatkan restu dari DPP PKB untuk mendampingi Bambang Kusriyanto dalam Pilkada 2015. ”Saya sudah siap mendampingi Pak Bambang untuk maju dalam pilkada. Sebab saya sangat mengenal karakter BK sejak lama dan kami sangat cocok untuk mengembangkan konsep pembangunan di Kabupaten Semarang,” ujarnya. (tyo/zal/ce1)