Biar Mobil Lawas, Persaudaraan tanpa Batas

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PEDULI SESAMA: Para anggota Komunitas Grand Civic Family (GCF) Semarang saat melakukan kegiatan bakti sosial di salah satu panti asuhan di Semarang, baru-baru ini. (GFC FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEDULI SESAMA: Para anggota Komunitas Grand Civic Family (GCF) Semarang saat melakukan kegiatan bakti sosial di salah satu panti asuhan di Semarang, baru-baru ini. (GFC FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

Membangun persaudaraan tidak hanya dilakukan melalui jalur keluarga. Lebih dari itu, pertemanan dan kesamaan hobi juga dapat dimanfaatkan. Hal inilah yang mendorong terbentuknya komunitas Grand Civic Family (GCF) Semarang. Seperti apa?

AHMAD FAISHOL

SORE itu, beberapa orang sedang asyik berdiskusi di antara mobil lawas. Usut punya usut, ternyata mereka sedang membahas beberapa rencana kegiatan ke depan. Selain berbicara tentang mobil, ternyata membahas tentang bakti sosial (baksos).

Ya, mereka adalah para pemilik mobil Honda Grand Civic yang tergabung dalam komunitas Grand Civic Family (GCF) Semarang. Pada bulan Ramadan ini, pencinta mobil lawas itu aktif melakukan kegiatan sosial. Salah satunya adalah dengan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.

”Dengan baksos ini, kita ingin berbagi rezeki kepada orang lain. Biasanya, kegiatan ini kami melakukan rutin tiap tiga bulan sekali,” ungkap salah satu Pendiri Komunitas GCF Semarang, Rahadian Fajar Arifanto.

Pria yang akrab disapa Aan ini menjelaskan bahwa prinsip didirikannya komunitas GCF Semarang ini memang untuk menjalin tali persaudaraan. Terutama para pencinta mobil lawas keluaran 1988-1991. Oleh sebab itu, selain melakukan kopi darat (Kopdar) rutin di Jalan Pahlawan Semarang pada malam hari, mereka juga kerap menjalin silaturahmi dengan komunitas serupa di daerah lain.

”Untuk diketahui, GCF Semarang ini termasuk paling tua dibandingkan mereka yang berada di Jogja, Solo, Muria, Klaten, Temanggung, Bondowoso, Jember, dan Pontianak,” kata Aan mengakui dalam setiap kegiatan selalu menggalang iuran secara sukarela.

Aan menceritakan, awal mula terbentuknya komunitas ini pada 25 Mei 2004 silam. Saat itu jumlah anggotanya baru empat orang. Lantaran banyak yang tertarik untuk bergabung, kini jumlahnya mencapai 72 orang. ”Untuk menjaganya, kami secara rutin mengadakan arisan dengan mengunjungi setiap rumah anggota secara bergantian,” imbuhnya.

Ditambahkan Aan, rasa kebersamaan semakin menguat pada saat melakukan touring ke luar kota. Pasalnya, ketika ada salah satu anggota yang mobilnya mogok, yang lainnya pasti dengan sukarela membantu memperbaiki. ”Itulah manfaatnya membangun persaudaraan. Selain mencintai mobil sendiri, kita juga mencintai sesama teman,” terangnya mengaku kegiatan touring paling jauh ke Tulungagung Jawa Timur.
Aan berpromosi, untuk bergabung dalam komunitas ini tidaklah sulit. Syaratnya cukup memiliki mobil Honda LX, Grand Civic, dan Nouva tahun 1988-1991. Nantinya akan banyak informasi seputar mobil termasuk kegiatan balap mobil drag race dan kontes modifikasi.

”Silakan saja yang mau bergabung dengan kami. Bisa datang ke Jalan Pahlawan atau langsung ke sekretariat kami di Bengkel JTech Jalan Arteri Soekarno Hatta Nomor 65 Semarang,” pungkasnya. (*/ida/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -