BPN Mudahkan Pembuatan Sertifikat Tanah Wakaf

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PENYERAHAN: Menteri Agraria dan Tata Ruang /Kepala  BPN  Ferry Mursyidan Baldan menyerahkan sebanyak 35 bidang sertifikat tanah wakaf masjid kepada 35 nadzir se-Jawa Tengah di MAJT, Jumat, (10/7) kemarin. (FOTO: M. HARIYANTO/Jawa Pos Radar Semarang)
PENYERAHAN: Menteri Agraria dan Tata Ruang /Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan menyerahkan sebanyak 35 bidang sertifikat tanah wakaf masjid kepada 35 nadzir se-Jawa Tengah di MAJT, Jumat, (10/7) kemarin. (FOTO: M. HARIYANTO/Jawa Pos Radar Semarang)

SAMBIREJO – Badan Pertanahan Nasional (BPN) terus berupaya mengoptimalkan pelayanan dalam pembuatan sertifikat. Salah satu terobosan yang dilakukan BPN adalah menempatkan pos pelayanan di pusat keramaian. Seperti saat ini dilakukan di tengah masyarakat yang melakukan ngabuburit dan di area car free day (CFD), serta di area swalayan.

”Seperti pada kegiatan ini, penyerahan sertifikat tanah wakaf bisa dilakukan saat ngabuburit. Sebanyak 35 bidang sertifikat tanah wakaf masjid kita serahkan kepada 35 nadzir se-Jawa Tengah,” ungkap Menteri Agraria dan Tata Ruang /Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan kepada Jawa Pos Radar Semarang, (10/7) kemarin.

Selain memberikan pelayanan, lanjutnya, BPN juga memprioritaskan dan mengutamakan pembuatan sertifikat tanah wakaf. Menurutnya, bentuk layanan tersebut merupakan inovasi dengan tujuan tidak menyulitkan proses pembuatan dan penyerahan sertifikat tanah wakaf kepada nadzir dalam mengelola masjid atau musala. ”Amal orang yang mewakafkan tanahnya untuk masjid atau musala, amalnya tidak akan terputus selamanya. Kita wajib memelihara kesadaran kepada pemberian tanah wakaf. Kami lakukan hal seperti ini sebagai simbol amal dan kami tidak akan menyulitkan. Kita berasal dari tanah dan kelak kita juga akan kembali ke tanah,” katanya.

Sementara, pada kesempatan yang sama, Kepala BPN Kota Semarang Ir Jonahar mengakui akan mengutamakan dan segera menyelesaiakan dalam pembuatan tanah wakaf. ”Sesuai arahan dari Pak Menteri diutamakan dan segera diselesaiakan,” pungkasnya. (mha/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -