Kurir Bawa Sabu Senilai Rp 5 M

744
TERTANGKAP BASAH : Kapolres Batang AKBP Joko Setiono saat melakukan gelar perkara sabu dengan berat 3 kilogram senilai Rp 5 miliar, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
TERTANGKAP BASAH : Kapolres Batang AKBP Joko Setiono saat melakukan gelar perkara sabu dengan berat 3 kilogram senilai Rp 5 miliar, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

BATANG – Pupus sudah harapan Darsono, 51, warga Karangmenjangan, Surabaya, Jawa Timur untuk berlebaran bersama dengan keluarga. Pasalnya sejak Sabtu (5/7), Darsono mendekam di tahanan Mapolres Batang karena terkena razia narkoba oleh Satnarkoba Polres Batang, di Jalan Raya Gringsing, Kabupaten Batang.

Penangkapan Darsono bermula saat Satnarkoba Polres Batang mendapatkan informasi, bahwa akan ada transaksi narkoba dengan nilai cukup besar, yang akan terjadi di Kabupaten Batang. Berbekal informasi tersebut, akhirnya diadakan razia terhadap penumpang bus.

Saat petugas Satreskrim Polres Batang menghentikan bus Safari jurusan Surabaya di wilayah pantura Kecamatan Gringsing, tersangka tiba-tiba turun dari bus dan lari. Akhirnya petugas Polsek Gringsing mengejar dan menggeledah ransel yang dibawa Darsono. Di dalam tas yang selalu melekat di tubuhnya tersebut, terdapat narkotika jenis sabu seberat 3 kilogram senilai Rp 5 miliar.

Saat dimintai keterangan di Mapolres Batang, Jumat (10/7), tersangka mengungkapkan bahwa dirinya diperintah oleh Yong, 34, napi yang berada di dalam Lapas Porong Jawa Timur, untuk mengambil barang di Jakarta. Berbekal uang Rp 2 juta dari Yong.

Darsono akhirnya berangkat ke Jakarta, setelah bertemu seseorang di jalan di daerah Jakarta, dia diberi kardus susu yang dibungkus plastik untuk dibawa ke Surabaya. Rencananya barang tersebut akan diserahkan ke seseorang yang bernama Remon. “Rencananya Minggu pagi, barang tersebut diserahkan ke saudara Remon di terminal Bungurasih Surabaya, tapi saya tertangkap di Gringsing Batang,” ungkapnya.

Dia juga mengaku tidak tahu, bahwa barang yang dibawa tersebut adalah jenis sabu senilai Rp 5 miliar. Menurutnya, Yong yang saat ini mendekam di Lapas Porong hanya berpesan bahwa barang itu sangat berharga dan sudah ada yang akan membeli. “Saya hanya disuruh untuk mengambil barang di Jakarta dan mengantarkan ke seseorang di terminal Surabaya, upah yang akan saya terima pun belum tahu berapa,” kata Darsono yang baru pertama kali terlibat sebagai kurir narkoba, karena adanya iming-iming upah besar dari Yong.

Sementara itu, Kapolres Pekalongan, AKBP Joko Setiyono Jumat (10/7) saat menggelar ekspose menjelaskan bahwa Darsono tertangkap saat Satnarkoba Polres Batang menggelar operasi di Jalan Pantura, di depan Polsek Gringsing, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Pekalongan. “Kami melakukan penangkapan, bersama tim gabungan Ditnarkoba Polda Jateng dari pukul 16.00. Kemudian tertangkap pukul 19.00,” katanya.

AKBP Joko Setiono juga menegaskan setelah menangkap Darsono, Polres Batang bersama Ditnarkoba Polda Jateng melakukan penyelidikan di Lapas Porong, untuk mengungkap jaringan internasional narkotika tersebut. Menurutnya peredaran narkotika dengan kurir Darsono, sepenuhnya dikendalikan oleh Yong dari dalam Lapas Porong Sidoarjo Jawa Timur. “Tersangka dijerat dengan Undang Undang Narkoba Pasal 112 ayat 2 dan Pasal 114 ayat 2, dengan ancaman hukuman seumur hidup penjara,” tegasnya. (thd/ric)