Hendi Kenalkan Ita ke Warga Bandarharjo

354
SALAMI WARGA: Incumbent Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu menyalami warga usai menghadiri Pengajian Akbar Nuzulul Quran di Masjid At Taqwa, Kelurahan Bandarharjo. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
SALAMI WARGA: Incumbent Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu menyalami warga usai menghadiri Pengajian Akbar Nuzulul Quran di Masjid At Taqwa, Kelurahan Bandarharjo. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Pasangan Hendrar Prihadi dan Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu mengisi minggu terakhir bulan Ramadan dengan berbagai kegiatan keagamaan. Setelah mengunjungi sejumlah ulama, Jumat (10/7) Hendi dan Ita menghadiri Pengajian Akbar Nuzulul Quran di Masjid At Taqwa, Kelurahan Bandarharjo, Kota Semarang. Dalam kesempatan tersebut, Hendi yang menjadi calon petahana Wali Kota Semarang memperkenalkan wakilnya, Ita kepada warga Bandarharjo.

Dalam sambutannya, Hendi mengatakan, rekomendasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang turun menugaskannya berpasangan dengan Ita untuk maju dalam pilkada Kota Semarang 9 Desember mendatang. ”Jadi istri saya namanya Tia (Krisseptiana Hendrar Prihadi), pasangan saya maju Pilwalkot namanya Ita. Istri saya dan Mbak Ita sejak dulu juga berteman, jadi pas,” katanya.

Lebih lanjut dia mengucapkan terima kasih kepada warga Bandarharjo atas dukungan dan partisipasinya selama dirinya menjabat Wali Kota Semarang. Dia mengajak warga melanjutkan partisipasinya demi perkembangan Kota Semarang ke depan. ”Saya hanya manusia biasa, meski sudah banyak hal yang sudah dilakukan, pasti juga ada kekurangan. Mari semuanya kita lengkapi agar Semarang tidak hanya setara, tapi lebih daripada kota lain,” paparnya.

Sementara Ita meminta doa restu dari warga Bandarharjo agar pencalonannya bersama Hendi lancar dan bisa memenangkan Pilwalkot pada 9 Desember nanti. ”Kami berharap nanti bisa sowan lagi ke sini sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang,” ungkapnya.

Dalam pengajian bertema ”Menguak Nuzulul Quran, Menggapai Lailatul Qodar” tersebut, KH Fahrurozi mengajak jamaah menjadikan Alquran sebagai petunjuk kehidupan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Alquran harus dibaca dan dipahami artinya. ”Alquran itu petunjuk, bukan untuk jimat. Maka bacalah secara pelan-pelan. Mari kita bertilawah dengan membaca dan mengamalkan Alquran,” katanya. (ric/ce1)