Lama Menunggu Motor, Pemudik Kapal Ricuh

448
LANJUTKAN PERJALANAN: Petugas memeriksa kelengkapan surat kendaraan bermotor para pemudik yang baru saja turun dari KM Dobonsolo di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Minggu (12/7) kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LANJUTKAN PERJALANAN: Petugas memeriksa kelengkapan surat kendaraan bermotor para pemudik yang baru saja turun dari KM Dobonsolo di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Minggu (12/7) kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

TANJUNG MAS — Ribuan pemudik asal Jawa Tengah yang menumpang kapal KM Dobon Solo, telah tiba di Pelabuhan Tanjung Mas, Kota Semarang, pukul 14.00 siang, Minggu (12/7) kemarin. Kapal yang diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Sabtu (11/7) pukul 17.00 tersebut, mengangkut sekitar 2.252 pemudik dan 813 unit kendaraan sepeda motor.

Sayangnya begitu sampai di Kota Semarang, bukan disambut dengan kegembiraan, justru diwarnai kericuhan. Hal itu dipicu oleh kekesalan pemudik, lantaran lambatnya waktu tunggu pengambilan sepeda motor dari dalam kapal. Pemudik yang sudah tidak sabar menunggu, memaksa masuk ke area parkir kendaraan. Namun dihalangi oleh sejumlah petugas.

Akibatnya aksi dorong-dorongan antara pemudik dan petugas, tak terhindarkan. Bahkan dalam aksi tersebut, ada seorang balita yang terjepit dan menangis. Sedangkan sejumlah pemudik lainnya, terjatuh dan terinjak-injak.

Untuk mengantisipasi kericuhan tidak semakin membesar, akhirnya petugas memperbolehkan pemudik mengambil motornya yang sudah berada di area parkir dengan menunjukkan surat kelengkapan kendaraan. Sementara untuk kendaraan yang masih berada di atas kapal, tetap diminta untuk menunggu di sekitar lokasi parkir.

Bahkan ketika kendaraan milik pemudik diturunkan oleh petugas, karena licin mengakibatkan kendaraan terjatuh sehingga barang bawaan milik pemudik ikut jatuh. Akibatnya kaki sebelah kanan petugas yang membawa kendaraan terluka.

Salah seorang pemudik asal Sragen, Masturi mengaku kecewa dengan pelayanan yang diberikan oleh pihak Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Dia menilai, pelayanan pelabuhan Tanjung Mas tahun ini paling buruk dari tahun-tahun sebelumnya. ”Terlalu berbelit-belit. Padahal kami ini di dalam kapal sudah lelah dan ingin secepatnya bisa sampai serta bertemu dengan keluarga. Tapi justru dipersulit,” katanya.

Pemudik lainnya dari Pati, Astuti, 34, mengaku dengan mudik menggunakan kapal lebih menguntungkan, karena bisa istirahat. Tetapi beda dengan naik sepeda motor Jakarta-Jawa Tengah, sangat melelahkan dan menegangkan. ”Apalagi dengan membawa anak kecil, tentunya kami bisa istirahat dan bersendau gurau dengan anak-anak,” tuturnya.

Sedangkan Dirut PT Pelni, Elfine Goentoro mengatakan bahwa pada Lebaran tahun ini, Kementerian Perhubungan memberangkatkan mudik gratis sebanyak 3 kali yakni pada tanggal 11, 13, dan 15 Juli dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Tanjung Mas Semarang. Sedangkan untuk arus balik dilakukan 3 kali yakni tanggal 21, 23 dan 25 dari Pelabuhan Tanjung Mas menuju Tanjung Priok. ”Jadi KM Dobon Solo akan mengangkut mudik gratis serta arus balik secara gratis. Para pemudik juga mendapatkan makan dan minum untuk berbuka maupun sahur secara gratis,” katanya.

Menurutnya, para pemudik gratis tersebut berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Mereka setelah sampai di Pelabuhan Tanjung Mas akan meneruskan perjalanan ke daerah masing-masing dengan menggunakan kendaraan bermotor.

Kepala Cabang Semarang PT Pelni, Masrul Khalimi menambahkan program mudik gratis ini sudah dilakukan Kementrian Perhubungan sejak beberapa tahun terakhir. Para pemudik yang hendak ikut, hanya disyaratkan datang ke Kantor Kementerian Perhubungan RI di Jakarta dengan membawa surat-surat seperti STNK, SIM, dan KTP. ”Pada hari yang sama pukul 23.00, KM Lauser tiba di Pelabuhan Tanjung Mas dengan 1.613 orang pemudik,” katanya.

Hal serupa terjadi di Stasiun Kereta Api (KA) Poncol dan Stasiun KA Tawang Kota Semarang. Menurut Manager Humas Daop 4 Semarang, Suprapto, lonjakan pemudik sudah terlihat sejak H-10 Lebaran lalu.

Hingga pukul 16.00 petang Minggu (12/7) kemarin, tercatat 10.849 penumpang yang naik dari dua Stasiun KA Poncol dan Stasiun KA Tawang. Sementara arus penumpang yang turun lebih besar lagi sekitar 14.374 penumpang.

”Menjelang Lebaran, arus mudik akan terus meningkat. Apalagi pada malam hari, diprediksi jumlahnya jauh lebih banyak untuk wilayah Semarang. Karena jadwal kereta api lebih banyak di malam hari,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Terminal Mangkang, Joko Umboro Jati mengungkapkan jika arus mudik di Terminal Mangkang cenderung landai. Kemarin, hanya tercatat 3 bus yang datang dari Banten dan menurunkan sekitar 120 penumpang, kemudian melanjutkan perjalanan ke Solo. ”Untuk Terminal Mangkang masih sangat sepi, perkiraan ramainya pada arus balik,” jelasnya.

Berdasarkan data di tahun 2013, tercatat sebanyak 122.026 pemudik, sementara tahun 2014 naik menjadi 128.127 pemudik. Perkiraannya tahun ini, akan kembali naik.

”Untuk memberikan kenyamanan para pemudik, UPDT Terminal Mangkang, telah berkerja sama dengan pengusaha bus untuk mendirikan perwakilan loket di Terminal Mangkang mulai 5 Juli lalu,” tuturnya.

Walaupun ada kebijakan tersebut, para agen tetap diberi kebebasan menjual tiket di luar terminal. Namun mereka harus menyediakan angkutan untuk para penumpang karena bus menunggu di terminal. ”Kami saat ini sudah berkoordinasi dengan pihak Satlantas, bus antar kota antar propinsi (AKAP) tidak boleh masuk kota karena menambah kemacetan. Mereka diwajibkan masuk tol,” tuturnya.

Sama halnya dengan arus mudik yang melewati Terminal Terboyo. Hingga H-5 belum mengalami lonjakan yang signifikan. Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (12/7) kemarin, hanya ada sedikit bus Angkutan Kota Dalam Proipinsi (AKDP) dan Angkutan Kota Antar Propsinsi (AKAP) yang menaikkan dan menurunkan penumpang. Kalaupun ada bus, hampir semuanya tidak penuh penumpang.

”Sampai sekarang masih sepi penumpang. Lebih ramai Lebaran tahun 2014 lalu. Sejak H-5 Lebaran, dulu sudah ramai dan banyak penumpang,” ungkap sopir Bus Sumber Alam, Moh Eksan.

Menurutnya, sepinya penumpang pada Lebaran tahun ini disebabkan banyaknya transportasi mudik yang digratiskan. Selain itu, liburan sekolah pada tahun ini sangat berdekatan dengan pendafatran sekolah.

”Liburan Lebarannya nanggung. Pasti banyak yang milih mencarikan sekolah anak-anaknya. Belum lagi, di Pelabuhan Tanjung Mas ada mudik gratis yang langsung diantar hingga kota tujuan. Ini memengaruhi okupansi bus,” keluhnya.

Hal yang sama diungkapkan sopir bus, Jefri. Menurutnya, selain banyak mudik gratis, kebanyakan penumpang memilih turun di luar lokasi Terminal Terboyo. ”Sekarang lebih parah, banyak bus yang menurunkan penumpang di luar terminal. Lihat saja sendiri, di luar jalan raya menuju Terboyo banyak bus yang mangkal,” ujarnya.

Sementara, Kepala UPTD Terminal Terboyo, Selamet Widodo mengatakan jumlah penumpang di dalam Terminal Terboyo mengalami peningkatan 8 persen dari hari biasa. Sampai sejauh ini sejak H-15 sampai H-7 Lebaran 2015, jumlah berangkat dari Terboyo mencapai 4.465 orang.

”Kalau penumpang hari biasa paling 3.500 orang. Sekarang mendekati Lebaran H-7 sudah mencapai 4.294 orang. Memang, penumpang arus mudik Lebaran belum begitu terlihat ramai. Kalaupun ada, paling satu dua orang setiap harinya,” katanya.

Pihaknya menambahkan, diperkirakan lonjakan penumpang di dalam Terminal Terboyo bakal terjadi pada H-1 Lebaran. Namun pihaknya sudah melakukan persiapan untuk mengantisipasi terjadinya ledakan penumpang. ”Armada bus memang sudah mencukupi untuk mengangkut arus mudik Lebaran nanti. Kalau sekarang, masih seperti biasa ada sekitar 400-450 bus untuk melayani penumpang,” pungkasnya. (hid/den/mha/ida/ce1)