Mainkan Perkusi, Kian Eksotik

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Ratih. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Ratih. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KEMAHIRANNYA dalam memainkan musik perkusi, menjadi pesona tersendiri bagi Ratih. Apalagi jika sudah beraksi dengan stik drumnya, sungguh sangat eksotik.

”Saya sudah memainkan drum sejak kelas 1 SMA, yaitu sekitar sembilan tahun lalu,” ungkap salah satu punggawa Lady Percussion itu bercerita kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Diakui Ratih, membentuk sebuah grup perkusi bukanlah hal mudah. Apalagi keanggotaan yang semuanya perempuan, hingga saat ini masih jarang. Bahkan sangat sedikit yang mahir dalam memainkan stik drum.

”Beberapa orang ada yang masuk, namun banyak juga yang keluar. Namanya juga berproses, pasti silih berganti,” terang wanita kelahiran Semarang 10 Agustus 1989 itu.

Kendati demikian, Ratih mengaku ada banyak hal menarik dari kegemarannya tersebut. Performa di atas panggung sangat penting baginya, sehingga harus giat berlatih. Pelatihan itu dilakukannya di wilayah Kedungmundu Semarang.

”Performa memang penting, tapi yang terpenting juga adalah bisa piknik dari satu tempat ke tempat lain, semuanya menarik. Tidak ada yang tidak mengesankan dari satu pementasan ke pementasan lainnya,” ungkap perempuan maskulin ini.

Karena itu, lanjut Ratih, dari sejumlah pementasannya ia gunakan untuk berpiknik. Pasalnya, selain di pulau Jawa, ia juga kerap pentas hingga luar Jawa. Seperti Lampung, Bali, dan beberapa daerah lainnya. ”Saya biasanya pentas malam hari di beberapa tempat hiburan malam seperti kafe dan kolaborasi bersama DJ. Jadi kami punya tim saat pentas,” imbuhnya.

Namun, tidak selamanya kegemaran Ratih itu menyenangkan. Ia kerap mendapatkan godaan, utamanya dari kaum lelaki usil. ”Bagi saya, itu hal yang wajar. Justru saya anggap sebagai bahan untuk melatih mental,” imbuhnya. (fai/ida/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -