Penegak Pandiga Amankan Jalur Mudik

318
POSKO: Beberapa Penegak Pandiga tengah sibuk mempersiapkan posko guna menghadapi Lebaran tahun ini di Kecamatan Tugu, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
POSKO: Beberapa Penegak Pandiga tengah sibuk mempersiapkan posko guna menghadapi Lebaran tahun ini di Kecamatan Tugu, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebanyak 225 Penegak Pandiga dari Kwarcab Pramuka Kota Semarang diturunkan guna mengamankan mudik Lebaran 2015. Hal itu dikatakan oleh Wakil Ketua Kwarcab Kota Semarang, Mulyono. Para Penegak Pandiga ini terbagi untuk berjaga tiga titik posko.

”Anggota Posko Lebaran dari Penegak Pandiga seluruh Kota Semarang terdiri dari Saka Bhayangkara, Saka Bakti Husada, Saka Dirgantara, dan beberapa saka lain yang berada di perguruan tinggi,” kata Mulyono, Minggu (12/7).

Meski melakukan tugas kemanusiaan, kesemua Penegak Pandiga tersebut juga telah didaftarkan asuransi oleh Kwarcab Kota Semarang. Hal itu dilakukan supaya meminimalisir terjadinya sesuatu yang di luar kendali Kwarcab Kota Semarang. ”Itu merupakan tugas kemanusiaan. Seandainya ada hal-hal yang tidak diinginkan maka setidaknya anggota Pramuka yang ada di posko ini sudah memiliki perlindungan jiwa dari asuransi,” katanya.

Sejak Sabtu (11/7) para Penegak Pandiga ini telah sibuk mendirikan tenda-tenda yang nantinya digunakan memfasilitasi pemudik pada Lebaran tahun ini. Dalam tenda posko tersebut, pemudik dapat beristirahat dan mendapatkan informasi seputar jalur perjalanan. ”Seperti diketahui, aktivitas di jalan saat mudik Lebaran berlangsung memang sangat tinggi. Tidak banyak tempat-tempat digunakan untuk beristirahat. Sehingga dengan adanya posko ini semua pemudik bebas memanfaatkannya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kwarcab Pramuka Kota Semarang, Adi Tri Hananto menjelaskan Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Semarang membuka posko mudik Lebaran di halaman kantor Kecamatan Tugu di Jalan Walisongo KM 10.

”Posko ini dibuka selama tujuh hari, tepatnya H-8 hingga H-1 Lebaran. Tiga titik Posko Pramuka yakni di Kecamatan Tugu, Pedurungan, dan Gunungpati. Pemudik sudah mulai memadati jalur pantura seperti halnya di Tegal. Diperkirakan akan ada 6,5 juta pemudik bermotor yang melintasi Kota Semarang, dengan tujuannya Jateng dan Jatim,” kata Adi.

Dikatakannya, kenaikan pemudik tahun 2015 ini sebanyak lima persen dibandingkan tahun lalu. Pihaknya juga mengimbau pemudik agar mencermati lingkungan sekitar. Jika melihat lampu jalan mati supaya bisa dilaporkan ke pengurus Pramuka agar ditindaklanjuti instansi berwenang.

“Kita meminta kesiapan anggota Pramuka dalam menjalankan tugas menjaga arus mudik. Mereka diharapkan bisa izin orang tua, kondisi fisik dan kesehatan juga harus dijaga. Posko Pramuka ini dilengkapi alat komunikasi untuk memantau arus mudik, layanan kesehatan, takjil seadanya, tempat istirahat dan salat,” tuturnya. (ewb/ric/ce1)