Sampah Semarang Meningkat 20 Persen

597
MENINGKAT: Sejumlah pemulung tengah mengais rezeki di kawasan TPA Jatibarang. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENINGKAT: Sejumlah pemulung tengah mengais rezeki di kawasan TPA Jatibarang. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Selama bulan puasa, limbah sampah di Kota Semarang mengalami peningkatan hingga 20 persen dari hari biasa sebesar 600-650 ton yang dibuang di TPA Jatibarang.

Hal itu diakui Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Semarang Ulfi Imran Basuki. Selama bulan puasa kuota sampah per hari menjadi 750 ton. Menurutnya, peningkatan tersebut dikarenakan konsumsi masyarakat pada saat bulan puasa dan Lebaran terus mengalami peningkatan.

Dari seluruh wilayah di Kota Semarang, jumlah pemasok sampah terbesar dari Kecamatan Semarang Tengah dan wilayah Pedurungan. Mengingt dua wilayah Semarang bagian Tengah terdapat Pasar Johar sedangkan di Kecamatan Pedurungan dikarena lokasi tersebut penduduknya paling banyak. ”Luas TPA Jatibarang mencapai 46 hektare, jadi masih mampu menampung volume sampah yang meningkat. Setiap harinya, ada sekitar 350 ton sampah yang juga dimanfaatkan perusahaan swasta dijadikan pupuk organik. Sedangkan di lokasi zona satu, sampah TPA Jatibarang saat ini juga diolah menjadi gas metan,” terangnya.

Hal sama diungkapkan, Kepala UPTD TPA Jatibarang, Agus Jun. Sampah saat ini yang masuk ke TPA Jatibarang mencapai 750 ton perhari sejak H-7 Lebaran. Diperkirakan, nantinya sampah juga bakal meningkat signifikan lagi pada H-2 Lebaran. ”Sejak H-7 naik 10-20 persen. Kita sudah melakukan persiapan dengan menambah jam kerja petugas. Kalau biasanya sejak pukul 06.00-17.00. Nantinya akan dilakukan sampai pukul 00.00 WIB pada H-2 dan H+2,” katanya.

Sementara, Kabid Operasional, Kebersihan DKP Kota Semarang, Vatar Simanjutak menambahkan telah melakukan persiapan kebersihan dalam menyambut Lebaran 2015. Pihaknya juga akan menempatkan 1 posko kebersihan di Taman Menteri Supeno dengan menerjunkan 47 personel.
”Jumlah personel tersebut dibagi menajdi 3 shift, pagi, siang dan malam. Dari dinas 1 posko, nantinya masing-masing kecamatan juga akan didirikan posko. Sedangkan untuk alat transportasi, kita kerahkan 14 unit armada untuk mengangkut sampah,” pungkasnya. (mha/zal/ce1)