Sigit Pinang Kepala Dinas PJPR Jadi Wakil

446
SIBAGUS: Pasangan balon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, Sigit Ibnugroho dan Agus Sutyoso, saat deklarasi di kantor DPD PAN Kota Semarang. (Rizal Kurniawan/Jawa Pos Radar Semarang)
SIBAGUS: Pasangan balon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, Sigit Ibnugroho dan Agus Sutyoso, saat deklarasi di kantor DPD PAN Kota Semarang. (Rizal Kurniawan/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Bakal calon (balon) Wali Kota Semarang Sigit Ibnugroho telah menentukan wakilnya untuk berjibaku dalam Pilwalkot 9 Desember mendatang. Meski masih menunggu rekomendasi dari partai pengusungnya DPP Partai Amanat Nasional (PAN).

Sigit meminang balon wakil dari kalangan birokrasi Pemkot Semarang. Adalah Agus Sutyoso yang kini masih aktif menjabat sebagai Kepala Dinas Penerangan Jalan dan Pengelolaan Reklame (PJPR). Melalui PAN, pasangan dengan sebutan Sibagus (Sigit-Agus) itu, mendeklarasikan diri sebagai kandidat kepala daerah.

Ada beberapa alasan Sigit memilih wakil dari kalangan birokrasi. Di antaranya, untuk menciptakan keadilan dan kondusivitas di dalam partai pengusung. Selain itu, sosok Agus sudah memiliki pengalaman di birokrasi, tentu bisa saling melengkapi untuk membangun Kota Semarang menjadi lebih baik.

”Dari awal, kami sudah berpikir adil. Kalau saya memilih satu pasangan dari partai tertentu, nanti partai lain justru merasa bagaimana. Selain itu, jika dua-duanya dari partai politik, tentu akan lebih lama adaptasinya. Pertimbangan saya memilih Pak Agus, karena sudah pengalaman di dunia birokrat,” terangnya saat mendeklarasikan diri di kantor DPD PAN Kota Semarang, Sabtu (11/7) malam kemarin.

”Insya Allah kalau kita menang, kerjanya bisa kenceng, tidak lagi belajar sana-sini. Karena kita kerja cepat, terarah, dan terukur. Itu semua harus ada pasangan yang saling melengkapi. Kebetulan background saya pengusaha, jadi harus didukung orang birokrasi,” imbuhnya.

Sigit yang selama ini mendaftar lewat Koalisi Garuda-Matahari (Gerindra-PAN) mengaku telah meminta restu Partai Gerindra saat memilih wakil. Dia mengklaim partai berlambang kepala burung garuda itu menyetujuinya. ”Saya juga sudah kenalan ke Partai Gerindra dan Insya Allah merestui,” ujarnya.

Selain Gerindra dan PAN, lanjut Sigit, pihaknya juga telah mendapatkan dukungan dari PKB dan PPP. Pihaknya optimistis delapan partai akan segera berkoalisi, seperti PKS, Golkar, Demokrat, Gerindra, PAN, PKB, dan PPP. ”Saat ini masih komunikasi dengan KTM (Koalisi Tugu Muda). Insya Allah dalam waktu satu dua hari ini, kesepakatan Semarang Bersatu segera terwujud,” ujarnya optimistis.

Sementara itu, Agus Sutyoso mengaku telah mantap mendampingi Sigit. Dia pun sudah siap mengambil risiko mundur sebagai PNS yang sudah 24 tahun diembannya.

”Setelah menerima tawaran dari Pak Sigit, saya merasa bangga dipilih untuk mengabdi pada ruang yang lebih besar. Walaupun risikonya meninggalkan status PNS. Saya masih 10 tahun lagi untuk masuk pensiun. Tapi ini menjadi tantangan saya untuk menata Semarang menjadi lebih baik lagi,” katanya.

Ketua DPD PAN Kota Semarang Wachid Nurmiyanto, mengaku selama ini sekadar mengusulkan dua nama kandidat wali kota kepada DPW dan DPP. Yakni Sigit Ibnugroho dan Soemarmo. Namun pihaknya tetap memberikan kesempatan kepada balon wali kota untuk menentukan wakilnya masing-masing.

”Wakil bisa dari teman-teman yang mendaftar lewat partai atau dari luar. Kami beri kesempatan balon untuk mencari pasangan yang solid. Karena sebuah pasangan harus memiliki komunikasi dan interaksi, link yang betul-betul punya nyawa,” ujarnya.

Menurut Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang itu, Agus Sutyoso cukup kredibel didapuk menjadi wakil, mengingat pengalaman birokrasinya selama ini. ”Pak Agus memiliki kapasitas untuk menjadi orang yang me-manage Kota Semarang. Saya beberapa kali bertemu, sejak menjadi Dirut PDAM, Kabag Kerja Sama, sampai Kepala Dinas PJPR,” katanya.

Pihaknya juga memberi kesempatan kepada Soemarmo untuk mencari wakilnya sendiri. ”Namun semua keputusan kami serahkan kepada DPP,” imbuhnya.

Terpisah, Teguh Widodo Ketua DPC PKB Kota Semarang, di depan dewan tanfid dan pengurus PAC menegaskan, pertemuan dengan pasangan bakal calon menjadi bukti jika PKB tidak ada di kamar sebelah. Pertemuan antara pasangan balon dengan Dewan Suro dan PAC Kota Semarang, menunjukkan keseriusan untuk lebih mengenalkan antara calon pemimpin dengan pengurus partai.

”Ini bukti keseriusan PKB. PKB sempat dikatakan masih lirik kamar sebelah. Kami pastikan, datangnya seorang pemimpin yang akan menjadikan PKB ke depan makin maju,” ungkapnya.

PKB optimististis bisa menjadi salah satu mesin penggerak untuk memenangkan pasangan Sigit-Agus. Bahkan PKB siap berkolaborasi dengan Partai Gerindra dan PAN. Dalam kesempatan itu Agus juga mengaku siap mundur dari PNS Pemkot Semarang. (zal/ida/ce1)