Buka Tutup Jalan Pasar Wiradesa, Pantura Macet

512
MACET : Petugas Pos Pengamanan Lebaran menyeberangkan warga yang hendak menuju dan dari Pasar Wiradesa. Akibatnya jalur pantura Wiradesa macet. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MACET : Petugas Pos Pengamanan Lebaran menyeberangkan warga yang hendak menuju dan dari Pasar Wiradesa. Akibatnya jalur pantura Wiradesa macet. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Memasuki H-4 Lebaran Idul Fitri 1436 H, titik kemacetan pada jalur pantura Kabupaten Pekalongan, terjadi pada Jalan Raya Wiradesa. Pasalnya pada jalan tersebut, diberlakukan buka tutup setiap 15 menit sekali oleh petugas Linmas Kelurahan Mayangan, Kecamatan Wiradesaya, khususnya pada pagi hari.

Akibatnya kemacetan panjang hingga 10 kilometer lebih terjadi. Mulai dari Pasar Wiradesa hingga Jembatan Sipait dan Desa Rembun, Kecamatan Siwalan. Seperti pada Senin (13/7) kemarin, ratusan kendaraan pemudik rela macet, hanya untuk memberikan jalan bagi warga yang menyeberang di depan Pasar Wiradesa.

Mulyadi, 34, warga Desa Semut RT 11 RW 02, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, mengungkapkan bahwa sejak pertigaan Jalan Wiradesa dan Wonokerto ditutup, ratusan warga lebih memilih memarkirkan motornya di tepi jalan raya Pasar Wiradesa. Kemudian ikut menyeberang menuju ke Pasar Wiradesa. Daripada harus memutar di depan Pasar Batik IBC yang jaraknya cukup jauh. ”Ini satu-satunya tempat penyeberangan yang ada, menuju ke Pasar Wiradesa,” ungkap Mulyadi, saat ikut rombongan penyeberangan ke Pasar Wiradesa.

Mulyadi mengatakan Pasar Wiradesa adalah pasar yang hanya ramai menjelang hari raya Idul Fitri, karena semua pedagang dari luar kota berdatangan ke pasar tersebut. Sedangkan kemacetan terjadi karena warga tidak mau memutar jalan dan lebih memilih antre untuk menyeberang ke Pasar Wiradesa. Sehingga jumlah warga yang menyeberang ke Pasar Wiradesa, setiap harinya meningkat.

”Pasar Wiradesa adalah satu-satunya pasar, yang selalu dituju setiap menjelang Lebaran. Jadi warga lebih memilih untuk diseberangkan petugas, disamping cepat juga aman, meski menganggu para pemudik lainnya,” kata Mulyadi.

Petugas Linmas Desa Mayangan, Kecamatan Wiradesa, Hendy, menandaskan bahwa petugas Linmas bekerja sama dengan Regu Pos Pengamanan Lebaran Wiradesa, membantu menyeberangkan warga yang akan berbelanja. Menurutnya sejak H-4 menjelang Lebaran, jumlah warga yang menyeberang ke pasar terus meningkat. Sehingga setiap 15 menit harus memberhentikan kendaraan yang lewat, untuk memberi jalan warga yang akan ke Pasar Wiradesa.

”Kami harus mengumpukan 50 orang lebih dahulu, baru diseberangkan ke pasar, demikian juga sebaliknya yang pulang dari Pasar Wiradesa. Kegiatan ini sungguh menganggu para pemudik, karena dilakukan hampir setiap 15 menit sekali,” tandas Hendy.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pekalongan, Soediarti, menyatakan terkait banyaknya penyeberang di depan Pasar Wiradesa, sudah saatnya dibangun jembatan penyeberangan di daerah tersebut, agar tidak menganggu arus mudik. ”Pemkan Pekalongan sudah ada DED jembatan penyeberangan tersebut dan sudah selesai. Kini tinggal menunggu tanggal pelaksanaannya,” tegas Soediarto. (thd/ida)