HP Siswa Baru SMK 3 Diseragamkan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SALATIGA–SMK Negeri 3 menyeragamkan telepon genggam 494 siswa baru. Kebijakan yang diakui kontroversial tersebut, diklaim bisa menanggulangi penyalahgunaan HP siswa yang makin canggih, termasuk di dalamnya mengantisipasi pornografi.

Salah syarat daftar ulangnya bagi siswa baru adalah mengganti biaya pembelian HP merk Venera seharga Rp 115 ribu. Alat ini hanya memiliki fitur sederhana yakni telepon dan pesan singkat.

“Kami memang menyeragamkan dengan dasar tata tertib. Banyak orang tua siswa yang berada di luar kota bahkan luar pulau, sehingga tidak bisa mengontrol keseharian aktivitas putra-putrinya,” jelas Diah Setyorini, ketua panitia penerimaan peserta didik baru SMK 3 saat ditemui wartawan, kemarin.

Penyeragaman telepon genggam ini, lanjut dia, adalah salah satu upaya menekan penyalahgunaan telepon. Lantaran akhir-akhir ini, banyak ditemukan video porno saat melakukan razia HP siswa. “Kami sering menyita HP siswa dan mengembalikan kepada orang tuanya karena banyak video porno. Kami berharap ini tidak lagi terjadi,” jelas Diah.

Dengan kondisi sekarang, semua siswa tidak boleh menggunakan HP di luar yang diberikan pihak sekolah. HP yang dibelikan orang tua tidak boleh dibawa ke sekolah. Jika HP itu rusak, lanjut Diah, siswa bisa membeli lagi di sekolah karena harganya di bawah harga pasaran. “Kami memiliki MoU dengan penjual HP dan memastikan harganya di bawah harga di toko-toko,” jelas perempuan berkerudung ini.

Sementara itu, Kepala SMK 3, Hadi Sutjipto mengakui jika kebijakan tersebut memang kontroversial tetapi tidak melanggar regulasi. “Alat itu dibeli untuk memberikan informasi kepada siswa. Jika lewat website, tidak semua bisa mendapatkan informasi secara cepat,” jelas Hadi di ruang kerjanya.

Ia menambahkan, jika program ini berhasil, dirinya yakin semua sekolah akan ikut dan meniru. Lebih lanjut ia memastikan, tidak ada keuntungan finansial yang diterima oleh sekolah. Keuntungan yang didapat adalah fasilitas dan kemudahan sekolah menyebarkan kebijakan yang terkait kegiatan belajar mengajar.

Sementara itu, Endi, 45, salah satu wali muid baru mengaku jika dirinya kaget saat daftar ulang ternyata ada biaya untuk pembelian HP. Namun, ia mengaku tidak bisa memprotes karena kebijakan itu sudah diambil sekolah meski anaknya sudah memiliki HP. “Kami warga baru dan semenara ya diam saja dulu,” jelasnya. (sas/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -