KPK Awasi Seleksi Akpol

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KETAT: Sejumlah peserta seleksi penerimaan calon taruna-taruni Akpol Semarang tengah menjalani tes di Udinus dengan sistem CAT, dan berlangsung ketat. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
KETAT: Sejumlah peserta seleksi penerimaan calon taruna-taruni Akpol Semarang tengah menjalani tes di Udinus dengan sistem CAT, dan berlangsung ketat. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

TUGU MUDA – Tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun mengawasi seleksi penerimaan calon taruna taruni di Akademi Polisi (Akpol) Semarang. Sebanyak 406 calon taruna–taruni mengikuti tes potensi akademik (TPA) menggunakan sistem Computer Assisted Tes (CAT) yang dilaksanakan di Gedung D Lantai 2 Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Senin (13/7).

Sistem CAT itu sendiri merupakan tes menggunakan multimedia yang hasil nilainya secara otomatis langsung diketahui. Sehingga penggunaan sistem ini diupayakan bersih dari praktik curang.

Kepala Biro Pengendalian Personel Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Mabes Polri, Brigjen Pol Supriyanto, mengatakan tes tersebut merupakan rangkaian dari tahap-tahap seleksi sebelumnya. ”Kami sudah dua kali ini menggunakan sistem CAT dalam seleksi penerimaan taruna-taruni Akpol,” kata Supriyanto.

Dijelaskannya, sebelumnya ada 447 calon taruna-taruni yang lolos. Namun pada tahap selanjutnya ada beberapa calon taruna-taruni gugur. ”Sebelumnya ada tahap pemeriksaan administrasi, kesehatan hingga psikologi. Setelah tes TPA, nanti masih ada tahap tes TOEFL,” katanya.

Supriyanto menjamin seleksi penerimaan Akpol bersih dari praktik kecurangan dan nepotisme. Selain menggunakan sistem CAT, panitia juga melibatkan unsur dari eksternal sebagai pengawas. ”Ada 3 petugas dari KPK dan LSM mengawasi seleksi. Hanya berperan sebagai pengawas. Bukan penilaian. Penilaiannya secara otomatis menggunakan komputer. Hasilnya langsung bisa diketahui oleh pengawas dan orang tua peserta,” terangnya.

Dikatakannya, saat menjalani tes CAT ini, semua peserta dilarang membawa apa pun. Mulai jam tangan, alat tulis, handphone hingga dompet. Pihaknya juga melibatkan unsur internal, dari Irwasum dan Propam. ”Untuk tingkatan daerah ada Irwasda dan Propam Polda Jawa Tengah,” katanya. Seleksi kali ini, kuota yang akan diterima berjumlah 300 orang, terdiri atas 250 taruna dan 50 taruni. ”Penerimaan berlangsung secara transparan, akuntabel dan humanis,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk keperluan tes kesehatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk data-data, Dinas Pendidikan Nasional untuk seleksi ijazah, Himpunan Psikologi Indonesia untuk seleksi psikologi hingga Dinas Pemuda dan Olahraga setempat untuk tes jasmani.

Salah satu peserta ujian, Prasetya Bima, warga Provinsi Kepri, mengatakan bersyukur bisa lolos sampai tahap Tes Potensi Akademik (TPA) seleksi Akademi Kepolisian (Akpol). ”Sebelumnya saya telah lolos tes pemeriksaan kesehatan dan psikotes. Saya sangat senang, seleksi kali sangat transparan. Nilainya langsung bisa diketahui,” kata lulusan SMA 1 Tanjung Pinang ini.

Selain itu, lanjutnya, pihak panitia seleksi juga melibatkan dari unsur eksternal dalam pengawasan seleksi, di antara dari Komisi Pemberantasan Korupsi Korupsi (KPK) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). ”Sehingga perekrutan Akpol berlangsung secara bersih, tanpa ada nepotisme. Sejak tanggal 1 hingga 25 Juli para peserta dikarantina di Akpol. Saya berangkat sejak seminggu lalu. Deg-degan juga menunggu hasil seleksi sampai selesai,” ujarnya. (amu/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -