Pemicu Bentrokan saat Ambil ATM

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BARUSARI – Pemicu konflik penyerangan ratusan anggota TNI Penerbang Angkatan Darat (Penerbad) di Markas Satuan Brimob Polda Jateng Detasemen A Pelopor Subden 2 Jalan Kumudasmoro Gisikdrono, Semarang Barat, Minggu (12/7) lalu, diduga dipicu oleh kesalahpahaman masalah sepele. Perseteruan itu bermula saat dua anggota Penerbad, yakni Praka Raden Putra Irianto Kusuma dan Praka Ari Wahyu Wibowo bermaksud mengambil uang di ATM BRI yang terletak di depan Distributor Center (DC) Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) Jateng Jalan Abdurrahman Saleh No 11 Semarang, Minggu (12/7) sekitar pukul 00.30.

Salah satu anggota Penerbad tersebut masuk di bilik ATM. Sedangkan satu lagi menunggu di luar. Tak lama kemudian, datanglah kelompok pemuda berjumlah kurang lebih 5 orang yang juga bermaksud mengambil uang di ATM tersebut. Masalah muncul ketika kelompok pemuda itu marah karena anggota Penerbad yang berada di dalam bilik ATM tidak segera keluar. Sempat terjadi cekcok mulut sebelum akhirnya terjadi bentrok fisik. Perseteruan itu berujung terjadinya perkelahian.

”Anggota Penerbad dipukul menggunakan helm,” kata seorang sumber kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (13/7).

Masalah merembet panjang saat kelompok pemuda yang berpakaian sipil itu mengaku dari Satuan Brimob Simongan. Ujungnya, sekitar pukul 02.00, datanglah ratusan anggota Penerbad bersenjata laras panjang menggeruduk Markas Satuan Brimob Polda Jateng Detasemen A Pelopor Subden 2 Jalan Kumudasmoro Gisikdrono, Semarang Barat. Bentrok kedua pun terjadi. Akibatnya, dua anggota Brimob, yakni Bharada Yulianto dan Brigadir Tri Mulyanto, mengalami luka-luka akibat dikeroyok oleh kelompok Penerbad.

Kepala Bidang Humas Polda Jateng, Kombes Pol Alloysius Liliek Darmanto mengatakan, masalah tersebut hanya kesalahpahaman. Sehingga tidak perlu dibesar-besarkan. ”Pimpinan dari dua belah pihak sudah saling bertemu untuk menyelesaikan masalah tersebut. Hasilnya, tetap diproses di internal masing-masing. Jangan diungkit-ungkit lagi,” ujar Liliek.

Dikatakannya, dua belah pihak sudah saling memaafkan, termasuk korban yang mengalami luka dari kedua belah pihak. ”Yang luka-luka sudah tidak apa-apa, sudah saling memaafkan, dari sana (Penerbad) juga sudah minta maaf,” tandas Liliek.

Menurut Liliek, permasalahan yang melibatkan oknum anggota Brimob Polda Jateng dan Penerbad Semarang ini sudah benar-benar bisa diatasi. ”Sudah saling memaafkan,” katanya.

Sempat mencuat kabar bahwa akibat bentrok dua instansi aparat negara tersebut, ada pihak yang melaporkan ke Mapolrestabes Semarang, karena menjadi korban.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan, laporan tindak kekerasan yang semula dilaporkan ke Polrestabes Semarang telah dicabut. ”Cuma miss-komunikasi. Laporan tidak jadi. Sekarang sudah clear, tidak ada permasalahan. Tidak ada laporan pidana yang masuk terkait hal itu,” kata Burhanudin.

Terpisah, Kapendam IV/Diponegoro Letkol Inf Zainul Bahar mengatakan, telah dilakukan mediasi dari semua unsur pimpinan dari masing-masing kesatuan. Dari hasil mediasi tersebut, disepakati masing-masing komandan satuan akan memproses anggotanya yang terlibat sesuai dengan protap satuan masing-masing.

”Dari kedua belah pihak sudah saling memaafkan dan menganggap kesalahpahaman tersebut telah selesai. Karena pada saat mediasi itu menjelang buka puasa, maka dilakukanlah buka puasa bersama. Pada saat berbuka puasa bersama keempat orang yang berselisih yakni Prada Raden Putra Irianto Kusuma, Praka Ari Wahyu Wibowo (dari Penerbad) dan Bharada Hermawanto, Bharada Hari Daryogi (dari Brimob) saling berangkulan dan memaafkan satu sama lain, serta melakukan saling suap-menyuapi,” ungkap Kapendam.

Lebih lanjut Kapendam mengatakan, tidak ada pengepungan oleh 200 anggota Penerbad dengan membawa senjata lengkap di Mako Satuan Brimob Simongan dengan memakai seragam hitam-hitam seperti yang diberitakan di beberapa media massa maupun online.
Yang terjadi, katanya, ada sekitar 150 orang anggota Penerbad yang membawa potongan bambu dan balok serta berpakaian preman. ”Estimasi 200 seperti dilansir oleh media online kemungkinan karena pada saat itu banyak juga masyarakat yang melihat kejadian tersebut. Justru yang berpakaian hitam adalah anggota Brimob yang ada di dalam Mako Satuan Brimob Simongan,” katanya.

Hal itu diperoleh setelah Pomdam IV/Diponegoro dan Polrestabes Semarang melakukan olah TKP serta melihat rekaman CCTV yang dipasang di ATM tersebut. ”Dari rekaman CCTV tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak benar apabila enam anggota Penerbad melakukan pengeroyokan kepada dua anggota Brimob, mengingat sudut pandang dari CCTV sempit terbatas hanya fokus salah satu sudut saja. Setelah pemutaran CCTV selesai disepakati untuk dilakukan mediasi di Mako Pomdam IV/Diponegoro Kalibanteng Semarang sebagai tempat yang disetujui oleh kedua belah pihak sebagai tempat yang netral,” tegasnya.

Sebelumnya, insiden tersebut sempat membuat tegang warga di sekitar lokasi kejadian. Ratusan aparat bersenjata laras panjang menggeruduk Markas Satuan Brimob Simongan Semarang. Sejumlah warga di sekitar lokasi yang berusaha melihat kejadian tersebut mengaku sempat ditodong laras panjang dan disuruh masuk ke dalam rumah. Warga semakin ketakutan setelah terdengar sejumlah letusan tembakan kurang lebih empat kali ke udara. (amu/hid/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -