Pentingnya Environmental Compliance Audits

340

lily unikaWEB

Oleh:
Stefani Lily Indarto

PERUSAKAN lingkungan hidup seringkali terjadi karena adanya pembangunan yang dilakukan tanpa memperhatikan faktor keseimbangan. Kemajuan transportasi dan industrialisasi yang ada tidak disertai dengan penerapan teknologi bersih, sehingga lingkungan perkotaan seperti sungai-sungai di perkotaan tercemar oleh limbah industri dan rumah tangga. Tanah juga semakin tercemar oleh bahan kimia baik dari sampah padat, pupuk maupun pestisida.

Pembangunan kawasan permukiman, industri ataupun tempat-tempat wisata sering juga mengabaikan kelestarian lingkungan hidup dan hanya mempertimbangkan aspek keuntungan ekonominya saja. Belum lagi corat-coretan di mana-mana yang merusak estetikanya tempat tersebut. Masalah pencemaran ini disebabkan masih rendahnya kesadaran para pelaku dunia usaha ataupun kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat dengan kualitas lingkungan yang baik.

Di sisi lain, penegakan hukum dalam pelaksanaan peraturan perundangan lingkungan hidup juga masih lemah. Maraknya pembangunan yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak diimbangi dengan ketaatan aturan yang mestinya menjadi pegangan dalam melaksanakan dan mengelola usaha dan atau kegiatannya, khususnya menyangkut bidang sosial dan lingkungan hidup.

Untuk memastikan bahwa kinerja lingkungan perusahaan sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku serta menyelaraskan kinerja lingkungan dengan sasaran dan strateginya, maka perusahaan perlu melakukan audit lingkungan atas operasi mereka. Audit lingkungan atau environmental compliance audits merupakan alat yang digunakan perusahaan dan organisasi lainnya untuk mengidentifikasi atau menentukan dampak lingkungan dan menilai kepatuhan operasi mereka dengan hukum dan peraturan yang berlaku, serta untuk meningkatkan kualitas kerja.

Perusahaan besar biasanya menawarkan jasa audit lingkungan sebagai bagian dari hubungan dengan klien mereka. Misalnya, Price Waterhouse Coopers beroperasi divisi jasa lingkungan, yang bertujuan untuk membantu perusahaan memahami dampak lingkungan, risiko, dan peluang, melakukan audit keselamatan proses, pembuangan limbah, praktik kesehatan dan keselamatan, penanganan bahan kimia, keamanan produk, prosedur darurat, dan pelatihan staf.

Indeks kepatuhan lingkungan digunakan sebagai patokan untuk perbaikan terus-menerus dalam kinerja lingkungan dan melacak insiden polusi udara, pembuangan air, dan pemberitahuan pelanggaran. Pelaksanaan audit lingkungan dapat mencerminkan berbagai jenis evaluasi yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi kepatuhan dan sistem manajemen kesenjangan implementasi lingkungan, meningkatkan kinerja lingkungan, serta tindakan korektifnya.

Audit dapat mengidentifikasi di mana bahan risiko yang lebih rendah dapat menggantikan bahan beracun, atau bagaimana praktik penanganan tersebut dapat mengurangi risiko karyawan. Dalam kepentingan yang lebih luas, perusahaan menjadi terbantu dalam membuat laporan keberlanjutan, meningkatkan kinerja lingkungan dan ekonomi, serta reputasinya.

Pengelolaan lingkungan sebenarnya merupakan kegiatan yang dilakukan antarinstansi dan antardisiplin, yang dimulai dengan melakukan evaluasi terhadap penilaian dan perencanaan lingkungan setiap usaha, serta menyusun rekomendasinya. Untuk itu, perlu adanya koordinasi internal dan komunikasi yang baik dengan pemangku kepentingan dan masyarakat dalam melakukan pengawasan lingkungan dan menjaga mutu lingkungan hidup. (*/aro/ce1)

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Soegijapranata Semarang
(indartostefanielily@yahoo.co.id)