PN Semarang Tolak Gugatan Pengurus Lama

375

SEMARANG – Pengadilan Negeri (PN) Semarang Senin (13/7) kemarin memutuskan perkara gugatan perdata dalam sengketa kepengurusan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Grajen, Semarang. Majelis hakim yang dipimpin oleh Winarno SH dalam putusan PN Semarang nomor 460/PDTG/2014 menolak seluruh gugatan yang diajukan penggugat yani pengurus lama yang diketuai Sigit Soegiharto.

Dalam putusan tersebut, majelis hakim juga menghukum penggugat tidak boleh ikut dalam semua kegiatan dalam mengurus TITD Grajen. Majelis memutuskan kepengurusan yang sah adalah sesuai yang tertera dalam akta notaris Arlini Rahmi Damayanti pada 6 September 2014 yakni kepengurusan dengan ketua Tjandra Tirtono.

Ketua pengurusa TITD Grajen Tjandra Tirtono melalui kuasa hukumnya John Richard Latuihamallo kemarin menegaskan, sebelumnya PN Semarang 22 April 2015 telah mengeluarkan putusan provisi yang menolak keabsahan kepengurusan Sigit Soegiharto, sehingga sejak saat itu Sigit dkk sudah tidak berhak mengelola yayasan. ”Setelah ada putusan akhir di mana hakim PN Semarang menolak gugatan tersebut, maka telah terang benderang kepengurusan yang sah adalah kepengurusan baru dengan ketua Tjandra Tirtono,” tandasnya.

Dengan putusan tersebut pula, John berharap agar umat kelenteng di Jalan Grajen Karanglo, Jagalan, tersebut tidak lagi bingung. ”Kami juga mendesak Sigit Soegiharto dkk tidak lagi ikut campur masalah kelenteng, karena hukum telah memutuskan kepengurusan Tjandra Tirtono yang sah. Konsekuensinya, segala aset yayasan juga harus diserahkan ke pengurus baru,” tegasnya.

Sementara PI Soegiharto, kuasa hukum Sigit Soegiharto menegaskan akan melakukan upaya banding terkait putusan PN Semarang tersebut. ”Putusan tersebut tidak mempertimbangkan fakta di persidangan dan tidak mencerminkan keadilan serta mengecewakan umat kelenteng,” tandasnya.

Konflik antara pengurus baru dan pengurus lama TITD Grajen terjadi dalam satu tahun terakhir. Masing-masing pihak mengklaim sah untuk mengelola yayasan di tersebut. Kepengurusan lama dengan ketua Sigit Soegiharto telah selesai pada 2012, seperti yang tertuang dalam akta notaris Elly Ninaningsih tanggal 25 Agustus 2009. Dalam akta tersebut memang dituliskan pengurusan Sigit Soegiharto berlaku 2007–2012. (smu/zal/ce1)