700 Pedagang Johar Terima Bantuan

386
EMPATI: Ketua DPD RI Irman Gusman menyerahkan secara simbolis bantuan kepada pedagang disaksikan Dirut Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin dan Sekda Kota Semarang Adi Trihananto, kemarin. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
EMPATI: Ketua DPD RI Irman Gusman menyerahkan secara simbolis bantuan kepada pedagang disaksikan Dirut Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin dan Sekda Kota Semarang Adi Trihananto, kemarin. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebanyak 700 pedagang Pasar Johar korban kebakaran beberapa waktu lalu menerima bantuan program corporate social responsibility (CSR) dari Bank Mandiri. Masing-masing pedagang mendapat kucuran dana sebesar Rp 500 ribu yang diterima dalam bentuk e-cash yang diserahkan Selasa (14/7) pagi kemarin di Balai Kota Semarang. Penyerahan disaksikan juga oleh Ketua DPD RI Irman Gusman yang kemarin berkunjung ke Semarang.

Sekda Kota Semarang Adi Trihananto menyampaikan terima kasih kepada Bank Mandiri atas empatinya dalam memberikan bantuan kepada para pedagang Pasar Johar yang tertimpa musibah kebakaran. Pihaknya berharap stakeholders dan pihak swasta juga dapat meniru kegiatan yang dilakukan Bank Mandiri. ”Dengan bantuan tersebut kita berharap para pedagang bisa segera bangkit dan kembali beraktivitas normal,” katanya.

Sekda mengungkapkan, Pemkot Semarang saat ini juga tengah menyiapkan lapak sementara untuk pedagang Pasar Johar di samping Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) yang mencapai 4.800 kios atau lapak dengan jumlah pedagang 3.740. ”Pembangunan kios ini dimaksudkan agar saat berlangsungnya pembangunan Pasar Johar, para pedagang tetap dapat berdagang seperti biasanya,” katanya.

Diungkapkan, pembangunan Pasar Johar nantinya tidak melibatkan dana investasi pihak ketiga melainkan murni melalui APBN dan APBD Semarang. Sehingga para pedagang yang menempati lokasi tersebut lebih mudah dan lebih terjamin. ”Hal ini dimaksudkan agar pedagang merasa nyaman dan tidak terbebani dengan biaya sewa,” tegasnya.

Dirut Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, selain permodalan, juga sudah diberikan bantuan pengubahan cicilan yang nilainya mencapai Rp 12 miliar dengan tujuan supaya pedagang tetap bisa berjualan. ”700 pedagang yang menerima bantuan uang permodalan masing-masing Rp 500 ribu. Namun bantuan ini juga tidak kami berikan dalam bentuk tunai. Kami akan menyampaikannya dalam bentuk e-cash, supaya lebih aman,” tandasnya. Dijelaskan, e-cash adalah alat pembayaran non-cash yang akan mempermudah transaksi nasabah. Mandiri e-cash merupakan aplikasi uang elektronik yang bertujuan mendorong terwujudnya less-cash society. (mha/smu/ce1)