Bebas Salurkan Hobi

398
EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG
EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG

BAGI Ratna Agustiyani, menari merupakan hobi yang tidak bisa dipisahkan dari dirinya. Kebetulan sejak duduk di bangku SD, dara manis ini sudah suka menari. Sejumlah pementasan dan lomba menari pernah diikuti gadis kelahiran Batang, 14 Agustus 1996 tersebut. Namun tidak semua jenis tari dimainkan. Hanya jenis tari tradisional yang dikuasainya. Tari Golek Sulung Dayung merupakan tarian tradisional yang kali pertama ia pentaskan saat masih duduk di bangku SD.

Ratna mengaku, menyukai seni tari sejak bergabung di kegiatan ekstrakurikuler menari saat masih SD. ”Lama-kelamaan kok tambah suka menari. Orang tua memang tidak pernah menuntut saya agar bisa menari. Saya diberi kebebasan dalam menyalurkan hobi. Asal positif, orang tua selalu mendukung,” kata Ratna kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Selepas SD, Ratna terus mengembangkan hobinya itu. Bahkan setelah kuliah di Poltekes Kemenkes Semarang, ia tetap menggeluti seni tari. ”Di kampus, saya juga mengikuti UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) menari. Banyak hal yang saya dapat di situ. Antara lain, pada lomba menari dies natalis universitas saya juga ikut tampil membawakan Tari Golek Manis,” ujar mahasiswi semester 2 ini.

Selain aktif di UKM, mahasiswi Jurusan Analisis Kesehatan ini juga bergabung di sanggar tari di sekitar kampusnya. Ia berharap dapat memperoleh ilmu tari yang banyak dari situ. Menurutnya, eksistensi seni tari di generasi muda kini kian menurun.

”Karena banyak yang lebih mengunggulkan budaya asing yang notabene dapat merusak budaya kita sendiri. Karenanya, kesenian tradisional perlu digenjot. Pemerintah harus lebih memperhatikan eksistensi seni tradisional. Buat perlombaan yang besar, agar bisa diikuti generasi muda. Sehingga mereka mau untuk belajar seni,” sarannya. (ewb/aro/ce1)
JS: Gabung di Sanggar Tari