Lima Kapal Pemudik Terlambat Datang

443
PEMUDIK KAPAL: Ribuan pemudik yang diangkut KRI Banda Aceh memadati dermaga Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, kemarin. (kanan) Petugas BNN Provinsi Jateng saat melakukan tes urine sopir bus di Terminal Terboyo. (ADENNYAR WYCKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEMUDIK KAPAL: Ribuan pemudik yang diangkut KRI Banda Aceh memadati dermaga Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, kemarin. (kanan) Petugas BNN Provinsi Jateng saat melakukan tes urine sopir bus di Terminal Terboyo. (ADENNYAR WYCKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Memasuki H-3 Lebaran kemarin (14/7), jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan mobil mengalami kenaikan signifikan. Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, arus kendaraan dari arah Barat terpantau ramai lancar dan masih didominasi kendaraan roda dua.

Menurut data di Pos Pengamanan Lebaran Polrestabes Semarang di perbatasan Kendal-Semarang, pada Senin (13/7) lalu, setiap menit tercatat 30 unit kendaraan roda empat masuk Kota Semarang. Sementara kendaraan roda dua tercatat 40 unit kendaraan. Pada Selasa (14/7), arus mudik kendaraan roda dua mengalami kenaikan menjadi 50 motor dan 40 mobil setiap menitnya.

Kepala Pos Pengamanan Mudik Polrestabes Semarang di Terminal Mangkang, AKP Joko Hendro, mengatakan, jika kenaikan jumlah pemudik sudah terlihat sejak Selasa (14/7) pagi, dan terus bertambah padat hingga petang. ”Setiap setengah jamnya lebih dari 1.300 kendaraan roda dua melintas dan 1.000-an kendaraan roda empat masuk Kota Semarang,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurut dia, angka tersebut mengalami peningkatan mulai sekitar pukul 22.00 tadi malam lantaran pemudik yang masuk perbatasan Jateng di Brebes melonjak tajam hingga mengular. Ia memprediksi, kenaikan yang lebih besar akan terjadi pada Rabu (15/7) hari ini. ”Malam hari lonjakannya hampir sama, tapi puncaknya pada Rabu besok (hari ini, Red) dan Kamis siang hingga malam. Angkanya belum bisa diprediksi, namun tetap akan ada kenaikan yang signifikan,” jelasnya.

Data Satlantas Polrestabes Semarang, sejak H-7 Lebaran, telah terjadi lima kejadian kecelakaan di wilayah hukumnya. Kecelakaan tersebut mengakibatkan 8 korban luka-luka. Semakin meningkatnya jumlah pemudik yang memasuki wilayah Semarang membuat rawan tingkat kecelakaan. H-2 Lebaran hari ini diprediksi menjadi puncak arus mudik di Kota Semarang.

”Kami perkuat untuk pengaturan lalu lintas di tiga titik di Pantura Barat Semarang tepatnya di kawasan Jerakah, Jalan Gatot Subroto, dan exit tol Krapyak,” kata Kasat Lantas Polrestabes Semarang, AKBP Pungky Bhuana Santoso di Mapolrestabes Semarang, kemarin.

Pihaknya mengaku telah menyiapkan tiga mobil patroli di wilayah Barat. Dikatakannya, jalur Pantura Semarang cukup lengang setelah kendaraan jenis truk tidak boleh beroperasi. Pungky meminta agar pemudik berhati-hati karena sejak H-7 tanggal 10 hingga 13 Juli, ada 5 peristiwa kecelakaan. ”Korban luka 8 orang,” ujarnya.

Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Suprapto, mengatakan, pada Selasa (14/7) kemarin, tercatat sebanyak 11.606 penumpang naik dari 5 stasiun besar di wilayah Daop 4 Semarang dengan rincian Stasiun Poncol 4.236 penumpang, Stasiun Tawang 2.510 penumpang, Stasiun Tegal 1.634 penumpang, Stasiun Pekalongan 951 penumpang dan Stasiun Bojonegoro 603 penumpang. ”Jumlah total penumpang selama angkutan Lebaran ini telah mencapai 118.374 orang. Rekor jumlah penumpang terbanyak pada 12 Juli 2015 dengan jumlah penumpang 13.793 orang,” paparnya.
Sementara untuk penumpang yang turun berjumlah 17.343 orang, yang tersebar di Stasiun Semarang Poncol 4.238 penumpang, Tawang 2.510 penumpang, Stasiun Tegal 1.634, Stasiun Pekalongan 951 penumpang, dan Stasiun Bojonegoro 603 penumpang. ”Jumlah total penumpang yang turun selama masa angkutan Lebaran mencapai 160.752 orang, dengan jumlah terbanyak pada 12 Juli 2015 mencapai 17.417 penumpang,” jelasnya.

Untuk arus mudik di Pelabuhan Tanjung Emas, kemarin, sejumlah kapal mengalami keterlambatan jadwal kedatangan lantaran pengaruh gelombang tinggi. Sebanyak 5 kapal mengalami keterlambatan termasuk KRI Banda Aceh bernomor lambung 593 yang mengangkut pemudik gratis sebanyak 1.824 penumpang dan 735 sepeda motor dari Jakarta menuju Semarang. Kapal ini mengalami keterlambatan sekitar 3 jam dari jadwal, dan baru tiba di Pelabuhan Tanjung Emas sekitar pukul 16.00 petang. KM Dobonsolo juga mengalami keterlambatan, dan baru tiba Selasa (15/7) sekitar pukul 07.00 pagi.

Pada hari sebelumnya, Senin (14/7) terdapat tiga kapal yang mengangkut pemudik yang juga bernasib sama. Ketiga kapal tersebut adalah KM Egon, KM Lawit, dan KM Kalibodri yang datang dari Kalimantan. ”Total ada 5 jadwal kapal yang mengalami keterlambatan hingga hari ini (kemarin, Red),” kata Manajer SDM dan Umum PT Pelindo III Cabang Tanjung Emas Semarang, Nugroho Christiant.

Puncak arus mudik dengan kapal laut ini sudah terjadi pada H-5 lalu atau pada Minggu (12/7). Rencananya di Pelabuhan Tanjung Emas akan berlabuh 38 kapal yang mengangkut pemudik hingga Lebaran nanti. ”Sudah ada 32 kapal hingga hari ini (kemarin, Red). Jadi kurang 6 kapal yang belum datang,” ujarnya.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Semarang, Retno Widyaningsih, mengatakan, jika keterlambatan kapal yang membawa pemudik lantaran pengaruh angin besar yang ada di laut Jawa yang menyebabkan gelombang tinggi hingga 5 meter. ”Kondisi ini terjadi di Kalimantan hingga kepulauan Karimunjawa, dan akan terjadi sampai 15 Juli,” terangnya.

Puluhan awak bus kemarin menjalani tes urine di Terminal Terboyo. Tes urine dilakukan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng dengan Dishubkominfo Kota Semarang. Tujuannya untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan penumpang arus mudik selama perjalanan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Jateng, Susanto, mengungkapkan, tes urine biasanya dilakukan petugas BNNP Jateng di tempat hiburan malam. Namun kali ini tes urine dilakukan di terminal, dengan alasan untuk mengantisipasi terjadinya musibah kecelakaan akibat awak bus mengonsumsi narkoba.

Menurut dia, pengemudi yang mengonsumsi narkotika bisa berpengaruh pada penglihatan menjadi kabur. Selain itu, kinerja saraf otak juga berpengaruh pada keseimbangan dalam mengemudikan kendaraan. Sehingga dampak mengonsumsi narkoba bisa membahayakan keselamatan penumpang.
Dikatakan, hingga kemarin, telah dilakukan tes urine kepada semua sopir di enam terminal di Jateng, yakni Terminal Tirtonadi Solo, Cilacap, Kendal, Batang, Temanggung, dan Terminal Terboyo Semarang. ”Sampai saat ini sudah ratusan pengemudi yang menjalani tes urine,” katanya.

Kepala UPTD Terminal Terboyo, Selamet Widodo, mengungkapkan, di Terminal Terboyo sedikitnya ada 50 sopir bus umum. Sedangkan puncak arus mudik sudah terjadi Selasa kemarin yang mencapai 5 ribu penumpang yang memasuki Terminal Terboyo. ”Penumpang tersebut datang dari jalur Jateng Selatan, seperti Solo dan Jogja, serta jalur Timur yakni Surabaya dan Denpasar Bali,” ujarnya. (den/amh/amu/aro/ce1)