Nyalon, Kader PKB Harus Segera Mundur

395

UNGARAN-Kader PKB di DPRD yang telah mencalonkan diri sebagai bakal calon (Balon) bupati maupun balon wakil bupati, harus bersiap-siap untuk mengundurkan diri sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK). Mengingat batas waktu pendaftaran di KPU Kabupaten Semarang sudah semakin dekat.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPW PKB Jawa Tengah, KH Yusuf Chudlori dalam acara konsolidasi digelar belum lama ini di Ponpes Edi Mancoro, Gedangan, Tuntang, Kabupaten Semarang. Konsolidasi tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kesolidan dalam mengusung nama balon bupati dan wakil bupati Semarang yang telah digadang-gadang.

“Kegiatan di Tuntang ini agenda rutin untuk konsolidasi NU dan PKB. Sebab antara PKB dan NU tidak bisa dipisahkan, jadi harus selalu bersama-sama. Apalagi ini bulan Ramadan, bulan yang baik untuk merekatkan silahturahmi,” kata Gus Yusuf sapaan akrab KH Yusuf Chudlori.

Gus Yusuf mengatakan bahwa Pilkada 2015 di Kabupaten Semarang ini sebagai momen penting bagi PKB maupun NU dalam mendapatkan peran untuk bisa duduk di pemerintahan. Sehingga perlu kekuatan bersama-sama untuk dapat mencapai tujuan tersebut. Gus Yusuf juga memastikan saat ini kader PKB dan NU cukup solid.

“Jika ada gesekan, itu dinamika yang biasa terjadi. Nanti bila sudah ada keputusan dari DPP PKB siapa yang diberi rekomendasi maka harus sejalan. Kader PKB dan NU harus solid satu tujuan satu barisan,” kata Gus Yusuf.

Dikatakan Gus Yusuf, kader PKB yang duduk di DPRD dan mencalonkan diri dan harus segera mundur dari dewan, di antaranya Mas’ud Ridwan, Basari dan juga Badarudin. Sementara itu, dari luar PKB maupun NU ada tokoh-tokoh yang namanya masuk dalam bursa pecalonan yakni Mundjirin dan Nurjatmiko.

“Sudah ada beberapa nama. Saat ini tinggal menunggu keputusan DPP. Para kader yang nyalon dan masih duduk di DPRD harus siap 100 persen untuk mundur,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Desk Pilkada PKB, Badarudin mengatakan, seluruh calon dari PKB yang duduk di DPRD juga telah siap untuk mengundurkan diri jika memang telah mendapatkan rekomendasi untuk maju dalam Pilkada 9 Desember 2015 mendatang. Termasuk Badarudin yang juga mendaftar sebagai bakal calon wakil bupati dari PKB, juga telah siap untuk mundur.

“Jika memang sudah dapat rekomendasi dan namanya ditetapkan oleh KPU, tentunya kami siap untuk mundur. Tetapi saat ini kami masih menunggu hasil keputusan DPP siapa yang direkomendasikan,” tutur Badarudin.

Menurut Badarudin, pihaknya juga telah mendengar ada kader PKB yang menginginkan maju dalam pilkada mendampingi Bambang Kusriyanto dari PDI Perjuangan. Badarudin menilai hal itu wajar sebagai langkah politik. “Sebelum ada keputusan dari DPP, boleh saja karena itu ikhtiar politik. Tapi jika DPP PKB telah memutuskan tentunya seluruh kader harus patuh terhadap apa yang diputuskan DPP,” pungkasnya. (tyo/ida)