Puncak Mudik, Kendaraan Merayap

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MENGULAR: Ratusan kendaraan pemudik berjalan merayap di Jalan Walisongo, Tugu, Semarang kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGULAR: Ratusan kendaraan pemudik berjalan merayap di Jalan Walisongo, Tugu, Semarang kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PULANG KAMPUNG: Para pemudik lokal saat antre membeli tiket di Stasiun Semarang Poncol. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PULANG KAMPUNG: Para pemudik lokal saat antre membeli tiket di Stasiun Semarang Poncol. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG-Puncak arus mudik lebaran terjadi kemarin (15/7). Ribuan mobil pribadi, bus umum, dan kendaraan roda dua memadati Jalur Pantura Semarang. Akibatnya, arus lalu lintas Kendal-Semarang terlihat padat merayap.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang di Pos Pengamanan Mudik Polrestabes Semarang di perbatasan Kendal-Semarang, arus mudik didominasi oleh pengendara roda dua dan mobil pribadi. Tingginya traffic arus mudik membuat antrian kendaraan mengular cukup panjang. Adanya pasar tumpah seperti di Pasar Mangkang, pertigaan Pasar Jrakah, perempatan Krapyak dan Bundaran Kalibanteng menambah panjang kemacetan.

Dari catatan petugas pos keamanan Polrestabes Semarang, hingga siang kemarin tercatat sekitar 75-100 kendaraan roda empat yang masuk Kota Semarang setiap menitnya. Sementara untuk kendaraan roda dua melintas 60-80 kendaraan per menit.

“Kenaikan sudah sangat terlihat. Jika pada Selasa (14/7) jam yang sama melintas sekitar 50 kendaraan roda dua, dan 50 mobil setiap menitnya,” kata Kepala Pos Pengamanan Mudik Polrestabes Semarang, AKP Joko Hendro, melalui Aiptu W Satyawan, kemarin.

Ia memprediksi puncak arus mudik terjadi pada Rabu (15/7) siang hingga tadi malam dengan jumlah kendaraan pemudik yang lebih besar. “Melihat situasi di perbatasan masuk Brebes, malam ini (tadi malam, Red) jumlah pemudik akan terus meningkat sampai Kamis (16/7) besok (hari ini, Red) mungkin agak sedikit berkurang,” tuturnya.

Banyaknya pemudik yang melintas masuk Semarang pada H-2 lantaran para pemudik sengaja berangkat setelah mendapat libur atau cuti lebaran.”Sudah banyak yang libur kerja, mungkin peningkatan arus mudik dipengaruhi faktor itu juga,” katanya.

Gelombang arus mudik kemarin juga terlihat cukup tinggi di Terminal Induk Mangkang. Dari pantauan koran ini, hingga siang kemarin tampak ratusan penumpang turun dari bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) untuk melanjutkan perjalanan ke beberapa kota lain. “Mulai ramai pada H-3 lebaran lalu, hari ini (kemarin) puncaknya, kira-kira sampai besok (hati ini),” kata salah satu petugas Pos Pengamanan Mudik Terminal Mangkang, Bambang S.

Para penumpang yang turun di Terminal Mangkang, lanjut dia, biasanya berasal dari beberapa wilayah yang dekat dengan Semarang, seperti Kaliwungu, Kendal, dan Batang. Selain itu, beberapa penumpang bus dengan tujuan akhir Semarang melanjutkan perjalanan ke daerah Solo, Boyolali, Jogja, Wonogiri, Jepara, Kudus dan beberapa kota lainnya. ” Agen bus sudah ada di terminal ini, sehingga para pemudik mudah untuk melanjutkan perjalanan,” bebernya.

Sementara itu, jumlah penumpang lebaran yang melewati Terminal Terboyo pada tahun ini justru mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Sampai H-2 lebaran kemarin, penumpang yang turun dan berangkat di Terminal Terboyo baru mencapai 5 ribu orang. Padahal tahun lalu mencapai 7 ribu penumpang. Penumpang yang datang di Terminal Terboyo terbanyak dari arah timur mencapai 2.092 orang, disusul dari arah selatan 1.907 penumpang, dan arah barat 983 penumpang. Sedangkan jumlah bus baik datang dan berangkat mencapai 400-450 unit.

Kepala UPTD Terminal Terboyo, Selamet Widodo, mengakui, sampai H-2 lebaran kemarin, belum ada lonjakan penumpang di Terminal Terboyo. Menurutnya, kepadatan penumpang arus mudik peda lebaran 2015 ini jauh lebih sedikit dibanding 2014 yang mencapai 7.000 penumpang pada H-2.

“Memang sepertinya ada perbedaan, ramai tahun kemarin. Pada H-2 lebaran 2015 ini baru tercatat 4.982 penumpang yang datang di Terminal Terboyo. Sedangkan penumpang yang berangkat tercatat mencapai 5.243 orang,” jelasnya.

Menurut dia, sepinya arus penumpang yang masuk Terminal Terboyo sekarang ini bisa diakibatkan adanya even mudik gratis yang digelar oleh sejumlah perusahaan. Selain itu, banyak juga pemudik yang beralih menggunakan moda transportasi laut. “Penumpang yang turun dari pelabuhan sudah disediakan bus gratis menuju kota tujuan masing-masing. Selain itu, banyak bus yang menurunkan penumpang di luar Terminal Terboyo,” terangnya.

Sementara itu, meningkatkan jumlah pemudik yang masuk Kota Semarang, membuat sejumlah jalan protokl dipadati kendaraan. Bahkan, sejumlah jalan mengalami kemacetan. Seperti di Jalan Pandanaran, kawasan Simpang Lima, pertigaan Kariadi menuju Kaligarang, Jalan A Yani dan depan Kantor Pos Besar Johar.

Sedangkan titik kemacetan di wilayah selatan berada di jembatan Jatingaleh, Kaliwiru, depan SPBU Sukun dan pintu tol Banyumanik. Kemacetan di wilayah barat berada di bundaran Kalibanteng, exit tol Krapyak dan pertigaan Jerakah.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang, Agus Harmunanto, mengaku telah mengategorikan bagian kerawanan, yakni rawan kemacetan, kecelakaan, kejahatan, pasar tumpah dan banjir. Pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas.

Selain itu, kata dia, pemanfaatan jalur alternatif sangat dianjurkan demi terurainya kemacetan. “Kami juga telah menempatkan petugas sebanyak 10 orang di setiap lokasi yang rawan kemacetan,” ungkapnya.

Dia mengatakan, pihaknya juga telah melakukan antisipasi di lokasi rawan kecelakaan dengan menambah rambu-rambu peringatan. Menurutnya, kawasan yang rawan kecelakaan adalah Sigarbencah, tanjakan Gombel dan Tanah Putih.

“Di lokasi itu sudah kami pasang rambu-rambu. Sedangkan di wilayah utara seperti Jalan Arteri Yos Sudarso sudah kami pasang pita kejut. Kalau untuk daerah yang rawan kemacetan, kami telah menambah waktu di rambu-rambu, sehingga untuk lampu hijau waktunya lebih panjang,” katanya.

Terpisah, Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Suprapto, mengatakan, penumpang yang turun di wilayah Daop 4 Semarang mengalami peningkatan yang cukup tajam hingga menyentuh angka 20.672 penumpang yang merupakan angka terbesar selama arus mudik lebaran. “Sekitar 15.275 penumpang yang naik pada hari ini (kemarin), sementara untuk penumpang yang turun 20.672 penumpang,” bebernya.

Dari data yang ada, Stasiun Semarang Tawang menjadi tempat pemudik naik terbanyak dengan angka 6.128 penumpang, diikuti Poncol 3.691 penumpang, Stasiun Tegal 2.116 penumpang, Stasiun Pekalongan 1.194 penumpang, dan stasiun Bojonegoro 557 penumpang.

“Untuk stasiun dengan penumpang yang paling banyak dituju adalah Stasiun Tegal dengan 4.793 penumpang, kemudian Stasiun Semarang Tawang 4.654 penumpang, Stasiun Semarang Poncol 4.600 penumpang, Stasiun Pekalongan 1.891 penumpang, dan Stasiun Cepu 1.275 penumpang,” jelasnya.(den/mha/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -