Terima Penitipan Kendaraan

396

BARUSARI – Polrestabes Semarang menerima penitipan kendaraan, baik motor maupun mobil, yang ditinggalkan untuk mudik Lebaran. Hal itu sebagai antisipasi keamanan dari aksi pencurian. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kawanan pencuri kerap mengincar rumah kosong.

”Kami menerima penitipan kendaraan, baik motor maupun mobil yang ditinggal mudik,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin di Mapolrestabes Semarang, kemarin.

Penitipan kendaraan tersebut bisa dilakukan di setiap polsek terdekat, tanpa dipungut biaya. ”Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap barang-barang berharga yang ditinggal mudik,” katanya.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi tindak pencurian yang terjadi selama liburan Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, pihaknya juga menerjunkan tim patroli rutin untuk memantau terhadap rumah-rumah kosong yang ditinggal penghuninya mudik Lebaran. ”Kami tingkatkan patroli, jajaran polsek semua bergerak,” katanya.

Dikatakannya, hal tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Semarang. ”Ini merupakan antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Burhanudin menyarankan, masyarakat yang hendak mudik juga harus waspada dan hati-hati. Baik kewaspadaan terhadap rumah yang ditinggalkan dan juga selama dalam perjalanan. ”Sebelum pulang mudik jangan lupa mengecek semua peralatan, kunci di masing-masing pintu dan jendela. Ini hal sepele, tapi jika lalai bisa merugikan,” katanya.

Lebih lanjut, selama dalam perjalanan, pemudik sebaiknya tidak berlebihan menggunakan perhiasan emas yang bisa memancing pelaku kriminalitas beraksi. ”Nggak perlu pakai kalung, gelang, emas, secara berlebihan. Jika kecapekan silakan istirahat di pos-pos penjagaan yang telah disediakan selama operasi ketupat candi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang AKBP Sugiarto mengatakan, tren kriminalitas jalanan menjelang Lebaran didominasi kejahatan konvensional, yakni perampasan, pencurian, dan penjambretan. ”Pencopetan patut diwaspadai menjelang Lebaran,” katanya.

Selain itu adalah penipuan, modus pelaku penipuan bermacam-macam, ada yang bermodus kenalan, meminta pertolongan, jual beli, hingga pembiusan. ”Penipuan selama menjelas Lebaran patut diwaspadai, jangan mudah percaya dengan orang yang baru dikenal di perjalanan. Jika menjadi korban kejahatan, segera lapor di kantor polisi terdekat,” katanya. (amu/zal/ce1)