Tujuh Tokoh Daftar ke Golkar Versi AL

361
IKUT BERSAING : Mantan Wakil Wali Kota Pekalongan, Abu Al Mafachir kembali ikut mendaftarkan diri dalam penjaringan balon wali kota Partai Golkar versi Agung Laksono. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
IKUT BERSAING : Mantan Wakil Wali Kota Pekalongan, Abu Al Mafachir kembali ikut mendaftarkan diri dalam penjaringan balon wali kota Partai Golkar versi Agung Laksono. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-DPP Golkar versi Agung Laksono (AL) membuktikan janjinya untuk melakukan penjaringan bakal calon (balon) wali kota. Tujuh tokoh Pekalongan dengan berbagai latar belakang turut mendaftarkan diri, antara lain Ketua DPD Golkar, Bowo Leksono; politisi Nasdem, David Santosa; Dosen ITB, Anis Rosidi; anggota DPR RI, Budi Supriyanto; anggota DPRD Kota Pekalongan, Idris Satria Budi; Kepala KPAD, Maryati; dan mantan Wakil Wali Kota Pekalongan, Abu Al Mafachir.

Saat ini, DPD Golkar pimpinan Bowo Leksono tersebut masih menunggu kelengkapan berkas beberapa pendaftar. “Ada beberapa yang belum menyerahkan CV dan masih kami tunggu. Berkas nantinya akan kami kirim ke DPP, kemudian ditindaklanjuti oleh DPP Golkar dengan menerjunkan tim survei. Keputusan rekomendasi akan dikirim sebelum waktu pendaftaran di KPU,” terang Wakil Ketua Tim Penjaringan Balon Wali Kota Partai Golkar, Yudi Supriyanto.

Yudi menyatakan, tim survei akan mulai turun H+1 Lebaran atau sekitar tanggal 19 Juli ini. “Kami tidak tahu, siapa tim survei yang akan turun dan kapan tepatnya dimulai, informasi pada 19 Juli mendatang. Namun itu kewenangan DPP Golkar sepenuhnya untuk memulainya,” tambah Yudi.

Dilanjutkan Yudi, dari tujuh nama yang mendaftar, seluruhnya menyatakan siap maju baik menjadi balon wali kota maupun wakil wali kota. Keputusan posisi wali kota atau wakil wali kota, akan ditentukan oleh DPP.

Pasca putusan banding PT TUN yang memenangkan Golkar versi AL, juga menambah optimisme Golkar versi AL di Kota Pekalongan. Bahwa rekomendasi akan jatuh kepada salah satu dari tujuh orang yang mendaftarkan diri sebagai balon wali kota. Apalagi melihat Golkar Kota Pekalongan versi Abu Rizal Bakri (ARB) yang juga kubu Basyir Ahmad (wali kota sekarang) yang mencalonkan wali kota bukan dari kader internal. Sehingga pihaknya optimistis bisa maju.

Yang menarik, dari tujuh nama balon yang mendaftarkan diri dalam penjaringan Golkar, mantan Wakil Wali Kota, Abu Al Mafachir menjadi sosok terakhir yang mendaftar. Al Mafachir, mendaftarkan diri menjelang penutupan pendaftaran.

“Saya mendapatkan dorongan dari teman-teman untuk ikut berpartisipasi. Kebetulan Golkar di bawah Pak Bowo sedang membuka pendaftaran dan saya putuskan ikut untuk menghangatkan Pilkada,” aku Al Mafachir.

Pria yang kini menjabat sebagai Wakil Rois Bidang Dakwah PCNU Kota Pekalongan itu, menyatakan mendapat dukungan dari internal PCNU. Meski ikut mendaftar penjaringan, Al Mafachir mengaku tak terlalu berambisi untuk mendapatkan rekomendasi. Dia menyerahkan segala keputusan kepada DPP Golkar, terlebih dirinya sudah pernah menjabat dan gagal dalam pilkada sebelumnya. (han/ida)