Desak JT Kembali Dioperasikan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

HARUS DIOPTIMALKAN : Truk menimbang muatan di Jembatan Timbang (JT) Klepu, Kabupaten Semarang. Dewan mendesak JT dibuka kembali agar jalanan tak semakin rusak. (Radar semarang files)
HARUS DIOPTIMALKAN : Truk menimbang muatan di Jembatan Timbang (JT) Klepu, Kabupaten Semarang. Dewan mendesak JT dibuka kembali agar jalanan tak semakin rusak. (Radar semarang files)

SEMARANG – DPRD Jateng mendesak agar 16 Jembatan Timbang (JT) yang ada di provinsi ini kembali diaktifkan. Sebab keberadaan JT dianggap sangat diperlukan untuk mengantisipasi kerusakan jalan di Jateng. Selama JT ditutup, kondisi jalanan semakin rusak lantaran tidak ada yang mengawasi muatan kendaraan yang melintas.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso mendesak, agar 16 JT di Jateng kembali dioperasikan. Sebab, selama ditutup, muatan kendaraan tidak terkontrol dan tidak ada pengawasan di jalan. ”Kondisi seperti ini jelas membuat jalan di Jateng semakin rusak parah. Apalagi, muatan kendaraan semua melebihi tonase,” katanya.

Hadi menambahkan, wacana pengambilalihan JT oleh pemerintah pusat juga belum terealisasi. Mestinya, JT di Jateng tetap beroperasi seperti JT di provinsi lain. Kalau alasannya karena penindakan di JT dan tidak masuk PAD, paling jumlahnya sekitar Rp 11 miliar. ”Itu tidak sebanding dengan perbaikan jalan yang rusak. Mestinya tetap dioperasikan. Toh kalau ada penindakan uang masuk PAD,” imbuhnya.

Dia mengakui, sanksi berupa tilang yang diberlakukan selama ini belum memberikan efek jera. Mestinya, sanksi harus tegas seperti menurunkan muatan atau meminta agar kendaraan yang melebihi tonase kembali. ”Tapi lagi-lagi persoalannya Jateng belum memiliki lokasi atau gudang yang besar untuk menampung muatan yang berlebih,” tambahnya.

Anggota Komisi D DPRD Jateng, Muhammad Ngainirricarld beranggapan, mestinya pemprov lebih tegas memberikan sanksi bagi kendaraan melebihi tonase. Yaitu dengan menurunkan muatan berlebih, atau meminta kembali menjadi salah satu sanksi yang tegas. ”Jika hanya tilang, ya malah keenakan mereka. Karena begitu ditilang, tinggal menyodorkan surat tilang,” katanya.

Keberadaan JT di mana pun sangat dibutuhkan sebagai pengendali kendaraan yang melebihi muatan. Jika tidak ada, jelas kendaraan bakal bebas melintas dengan muatan yang melebihi batas. Dan jika kondisi ini dibiarkan terus-menerus, jalanan di Jateng bisa semakin rusak. ”Harus diaktifkan kembali, ini demi infrastruktur di Jateng,” tambahnya. (fth/ric/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -