Lakukan Tradisi Salaman, Tapi Tak Buat Ketupat

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SILATURAHIM : Maksum Pinarto, Ali Munawar, Ali Siswanto, Gautama Setiadi, Hani, dan Naufal (dari kiri ke kanan) saat menggelar acara buka bersama anggota PITI Jateng. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SILATURAHIM : Maksum Pinarto, Ali Munawar, Ali Siswanto, Gautama Setiadi, Hani, dan Naufal (dari kiri ke kanan) saat menggelar acara buka bersama anggota PITI Jateng. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Lebaran bersama keluarga tentu menjadi hal yang biasa. Namun jika bersama dengan mereka yang beda agama menjadi sangat luar biasa. Hal itulah yang dilakukan para Muslim Tionghoa utamanya di Jawa Tengah. Seperti apa?

LEBARAN adalah momen yang sangat dinanti-nanti. Tidak hanya oleh anak-anak, tetapi juga kalangan dewasa baik tua maupun muda. Mereka akan kumpul bersama merayakan hari besar yang terjadi satu kali tiap tahun itu. Tak terkecuali dengan para etnis Tionghoa yang beragama Islam.

Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Jawa Tengah, Gautama Setiadi mengungkapkan bahwa sebenarnya tidak ada perbedaan antara muslim Tionghoa dan muslim lainnya dalam berlebaran. Termasuk berbagai tradisi yang dilakukan seperti anjangsana bersama sanak keluarga.

“Tradisi lebih banyak ngikut keluarga. Misalnya salah satu keluarga berasal dari Jawa, Sumatra, maka tinggal mengikutinya. Namun jika keduanya murni Tionghoa, cukup bersama keluarga,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Terkait hidangan yang disediakan, lanjut Gautama, juga tidak jauh beda dengan muslim lainnya. Misalnya, aneka jenis macam kue, dan lain sebagainya. Mereka juga mengadakan acara halal bihalal dengan para sesepuh dan juga pembimbing keislaman mereka. “Hanya saja, kami tidak membuat ketupat,” imbuhnya.

Gautama mengakui, pada awalnya menjalin toleransi dengan kerabat yang non muslim cukup susah. Namun, seiring perjalanan waktu menjadi hal biasa. Bahkan saat Lebaran tiba, tidak jarang dari mereka memberikan ucapan selamat. Saat ini, jumlah anggota PITI Jateng saat ini mencapai 1000 orang. “Yang terpenting, silaturahim tetap harus ditingkatkan. Kami percaya bahwa Islam rahmatan lil alamin,” terang pria yang menjadi mualaf sekitar tahun 1980-an itu.

Sementara itu, Ketua PITI Kota Semarang, Maksum Pinarto yang juga hadir dalam kesempatan yang sama mengaku kerap melakukan tradisi sungkeman terhadap orang tua ketika Lebaran. Hal ini dikarenakan ia pernah memiliki pengalaman spiritual terkait hal tersebut.

“Pada waktu menjalankan ibadah haji dulu, saya mimpi diminta untuk mengunjungi orang tua. Pada saat itu, menjelang tahun baru China. Setelah pulang, saya langsung sungkem cium kaki orang tua. Meski awalnya mereka sempat kaget,” ujarnya bercerita. (fai/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -