Terbentur Ajaran Baru, Penjualan Emas Lesu

406
STAGNAN : Meski harga emas tidak mengalami kenaikan, namun penjualan emas pada Lebaran 2015 ini lesu. Karena bareng dengan tahun ajaran baru. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
STAGNAN : Meski harga emas tidak mengalami kenaikan, namun penjualan emas pada Lebaran 2015 ini lesu. Karena bareng dengan tahun ajaran baru. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Daya beli masyarakat terhadap emas pada Lebaran tahun 2015 ini, sangat lesu dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini karena berbarengan dengan tahun ajaran baru yang membutuhkan biaya besar. Para orang tua jadi lebih selektif membelanjakan uang, meski mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR).

Hal tersebut dikeluhkan Ani, salah satu karyawan toko emas di Jalan Sultan Agung Kota Pekalongan. Dirinya mengakui kalau transaksi emas saat Lebaran ini mengalami penurunan drastis hingga 20 persen.

Padahal, saat ini harga emas di pasaran dengan kadar 24 karat masih di sekitaran Rp 500 ribu per gramnya. Sedang harga emas dengan kadar 75 persen atau 22 karat relatif lebih murah dengan harga jual Rp 400 ribu per gram.

“Harga masih terbilang stagnan, karena permintaan juga turun. Bahkan lebih banyak yang menjual emasnya untuk kebutuhan sekolah anak,” tandasnya.

Menurutnya, para orang tentu harus memenuhi kebutuhan perlengkapan anak seperti seragam dan alat tulis. Selain itu, juga masih harus bayar biaya sekolah. “Tahun ini lebih sepi dibanding Lebaran tahun lalu. Meski begitu, pembeli tetap ada yang datang, tapi tak sebanyak tahun lalu,” terang Ani sedih. (han/ida)