Hanya Gosok Akik, Kini Sekolah Anak Lancar

345
TEKUN : Yuniati, ibu dua anak ini menggosok akik pesanan pelanggan. Dari usaha jasa tersebut, kini tak khawatir dengan biaya sekolah kedua anaknya. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TEKUN : Yuniati, ibu dua anak ini menggosok akik pesanan pelanggan. Dari usaha jasa tersebut, kini tak khawatir dengan biaya sekolah kedua anaknya. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Tak pernah dibayangkan sebelumnya oleh pasangan suami istri (pasutri) Saifudin warga Kraton Lor RT 04 RW 11 Pekalongan Utara Kota Pekalongan dan istrinya Yuniati yang hanya ibu rumah tangga biasa. Bahwa berkat ketekunannya menggosok akik, kebutuhan Lebaran dan sekolah anak bisa terpenuhi. “Alhamdulillah, kini saya tidak bingung lagi untuk biaya sekolah anak,” ucap Yuniati sambil menggosok batu akik pesanan pelanggannya.

Padahal, katanya, usaha menggosok batu akik tersebut baru dilakoni sekitar 3 bulan ini. Sebelumnya, Saifudin hanya seorang pemasang instalasi PAM. “Dulunya, suami saya pekerjaannya hanya sebagai pemasang PAM saja. Jika tidak ada order, ya tidak dapat penghasilan,” ucapnya.

Kendati begitu, Saifudin memang memiliki hobi mengoleksi batu akik. Saking senangnya dengan bebatuan, kerap bolak-balik ke tukang gosok akik. Saking seringnya, Saifudin akhirnya menguasai teknik menggosok akik.

Meski begitu, Saifudin memilih belajar langsung kepada salah satu juragan akik di Batang Jawa Tengah. Sampai akhirnya merasa sudah cukup ilmu, Saifudin membuka jasa penggosokan akik sendiri sejak 3 bulan lalu. “Sehari bisa gosok 5 sampai 10 akik, tidak pasi,” lanjut istrinya Saifudin, Yuniati.

Tarif menggosok akik, diakuinya, paling murah Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu untuk yang besar. Sehari bisa kadang bisa mengantongi untung bersih Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu.

Sehingga pasutri yang memiliki dua anak ini, tidak perlu khawatir dengan biaya sekolah anaknya. Meski anak pertama kelas 2 SMP dan di Pondok Pesantren (Ponpes) Pekajangan dan yang kedua baru kelas 5 SD. (han/ida)