KONI Optimistis Hadapi Dulongmas

459
Risca Mangkula. (IST)
Risca Mangkula. (IST)

PEKALONGAN-KONI Kota Pekalongan optimistis menatap Kejuaraan Pekan Olah Raga Wilayah (Porwil) Kedu, Pekalongan, dan Banyumas (Dulongmas) 2015 pada Agustus mendatang. Apalagi seluruh cabang olah raga (Cabor) tetap serius latihan, meski pada Ramadan menjalankan ibadah puasa.
“Saya salut dan bangga kepada seluruh cabor yang tetap eksis dan berlatih keras saat bulan puasa kemarin,” tutur Ketua KONI Kota Pekalongan, Ricsa Mangkula.

Ricsa bersama tim manajer, diakuinya, sudah melihat langsung latihan beberapa cabor, mulai renang, selam, karate, kempo, taekwondo, pencak silat, futsal, bina raga angkat berat hingga tenis lapangan. Ricsa justru melihat kurangnya perhatian dari ketua cabor.
“Dari sekian cabor yang kami kunjungi dengan tim manajer, ketua cabor PABBSI (angkat besi dan bina raga), Perbasi (basket), Pasi (atletik) dan Percasi (catur), tak terlihat turun mendampingi atlet,” katanya.

Padahal, kata Ricsa, menjelang turnamen, atlet sangat butuh support dari masing-masing ketua cabor. “Saya lihat, semangat atlet sangat baik. Tapi itu tidak cukup. Semangat atlet perlu diimbangi dorongan dan dukungan dari pengurus serta ketua cabor,” harapnya.

Ricsa melanjutkan, tim manajer yang notabene adalah induk dari pengurus olahraga, sudah bersedia turun memantau langsung dan memberikan dukungan bagi atlet. Hal itu seharusnya bisa mendorong pengurus atau ketua cabor masing-masing untuk turut peduli terhadap atletnya.

“Meski tak melihat support ketua cabor, beberapa orang tua atlet telah memberikan support dengan terus mendampingi proses latihan. Support dari orang tua ini, akan mendongkrak semangat atlet dalam berlatih. Kami berterima kasih kepada orang tua yang selalu mendampingi putra-putrinya saat berlatih,” ucapnya.

Dari hasil pantauan tim manajer, imbuh Ricsa, atlet dalam kondisi siap. Namun kesiapan secara fisik akan dibuktikan lewat tes vo2max yang akan dilaksanakan Agustus mendatang. Tim manajer, kata Ricsa, juga menerima sejumlah keluhan tentang kendala sarana prasarana. Salah satunya dari voli, yang rutin menggunakan GOR Jetayu sebagai tempat latihan. Namun kondisi GOR sangat memprihatinkan di sejumlah titik. Penerangan di dalam GOR tidak memadai. “Padahal, hal itu sudah sering disampaikan KONI kepada Bidang Aset DPPKAD, tapi tak pernah mendapatkan respon,” ujar dia.

Ricsa juga mengingatkan, empat dari 26 cabor belum memasukkan data enter by name. Padahal, harusnya paling lambat 1 Juli lalu. Keempat cabor tersebut adalah PGI (golf), Perbasi (basket), WI (wushu), dan Forki (karate). (han/ida)