Semangka Inul, Raup Rp 52 Juta Perhektare

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PANEN: Petani panen raya semangka jenis Inul Avista di Desa Bango, Kecamatan Demak Kota. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
PANEN: Petani panen raya semangka jenis Inul Avista di Desa Bango, Kecamatan Demak Kota. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)

DEMAK – Sejumlah petani di wilayah Demak yang menanam buah semangka pada musim kemarau ini sangat diuntungkan dengan kondisi cuaca yang panas. Sebab, hasil panenan mereka sangat bagus dan sangat laris manis di pasaran. Bahkan, petani bisa meraup keuntungan sebesar Rp 52 juta perhektare.

Keuntungan itu seperti yang dirasakan Nur Jalil, 57, warga Desa Bango, Kecamatan Demak Kota. Ia mengatakan, semangka jenis Inul yang memiliki warna kekuningan ini mampu dijual tinggi ke pasaran. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, buah semangka tersebut setiap hari dirawat termasuk dengan penyemprotan hama. “Kita rawat selama 2 bulan sejak ditanam,”katanya, kemarin.

Petani semakin diuntungkan karena untuk menjual buah semangk, tidak perlu jauh-jauh. Sebab, sudah ada bakul atau pedagang besar yang membeliknya. Suparmin, 48, warga Desa Paren, Kecamatan Mayong, Jepara mengatakan, semangka yang dibeli dari petani di Demak tersebut dijual lagi ke berbagai daerah. Seperti Pemalang dan Cirebon. Sekali membeli dari petani bisa dua rit atau dua truk.

“Biasanya dua rit dengan berat 6 ton bernilai Rp 40 juta,”ujar Suparmin yang menjadi pedagang buah-buahan di Jepara.
Semangka Inul jenis avista tersebut dibeli dengan harga Rp 2.700 perkilogram kemudian dijual lagi dengan harga Rp 3.200 perkilogram. “Untungnya tidak seberapa tapi kalau dikumpulkan ya banyak,”katanya.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Demak, Ir Wibowo mengatakan, musim kemarau banyak dimanfaatkan petani untuk menanam palawija dan buah buahan termasuk semangka dan melon. “Ini bagus untuk menambah penghasilan petani agar lebih sejahtera,”katanya. (hib/fth)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -