8 Kios dan 3 Kontrakan Ludes Terbakar

410
SEKUAT TENAGA: Petugas pemadam kebakaran terus berjuang memadamkan api yang masih membara, dengan mengerahkan 7 mobil pemadam. Api baru bisa dipadamkan sekitar 30 menit. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEKUAT TENAGA: Petugas pemadam kebakaran terus berjuang memadamkan api yang masih membara, dengan mengerahkan 7 mobil pemadam. Api baru bisa dipadamkan sekitar 30 menit. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sri Sugiarti alias Titik, 38, hanya bisa pasrah melihat rumah kontrakan tempat tinggalnya di Jalan Barito RT 8 RW 1 Kelurahan Bugangan, Semarang Timur, rata dengan tanah. Hanya dalam waktu beberapa menit, harta benda miliknya sekejap ludes dilumat si jago merah, Rabu (22/7) sekitar pukul 11.45. Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya 8 kios dan 3 rumah kos terbakar.

Mulai perkakas rumah tangga, pakaian, barang-barang elektronik berupa kulkas, televisi, kipas angin, dispenser, almari, satu set alat musik masing-masing gitar akustik, selo, cak, cuk, semua hangus. ”Semuanya ludes. Hanya baju yang saya kenakan ini saja yang tersisa. Bahkan uang celengan modal nikah anak saya Rp 2 juta dan perhiasan 2 gelang, 3 cincin, juga ludes,” ungkap Titik ditemui Jawa Pos Radar Semarang di lokasi kejadian, kemarin.

Titik mengaku memang sedang sibuk mempersiapkan acara nikah putri pertamanya bernama Eka Herawati, 18, yang akan dilaksanakan pada 13 September 2015 mendatang. ”Sudah nyari hari baik. Ini mau mantu pertama. Mumet Mas, saya nyelengi (nabung) uang sedikit demi sedikit, modalnya habis terbakar,” ujarnya sembari mata berkaca-kaca.

Saat kejadian, Titik mengaku sedang berkunjung ke rumah tetangga beda RT. Tak lama kemudian terdengar suara teriak-teriak kebakaran. Suaminya, Kusnadi, sedang pergi ke Pati untuk mengabarkan terkait acara pernikahan kepada keluarga. ”Suami saya masih di Pati ngabari soal pernikahan anak,” kata wanita yang mengaku telah tinggal di rumah semipermanen tersebut sejak 3 tahun silam.

Api melumat semua barang-barang berharga dengan sekejap. ”Mau menyelamatkan barang tidak bisa. Satu set alat musik, gitar, selo, cak, cuk, milik suami suami saya juga habis terbakar,” ujarnya. Titik mengaku belum mengetahui nanti akan tinggal di mana. ”Mungkin sementara nanti akan tinggal menumpang di rumah saudara di daerah Kanalsari,” imbuhnya.

Saksi mata, Welasiyem, 43, mengatakan, saat kebakaran terjadi, ia berada di dapur usai memasak. Dikatakan, sumber api kali pertama muncul di kios seng ”Indri Rezeki” milik Pak Karno, sebelum akhirnya api merember membakar sebanyak 8 kios dan 3 tempat kos/kontrakan. ”Totalnya ada 8 kios, dan 3 tempat kos,” katanya.

Ada tiga Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban dalam insiden kebakaran tersebut. Masing-masing; Poniman, 40, (suami Welasiyem), Kusnadi (Suami Titik), dan Alfin, 40, penjual sembako. ”Pak Alfin belum tahu kalau rumahnya terbakar (kemarin, Red). Kios (yang juga dijadikan rumah tinggal) itu dalam kondisi kosong karena ditinggal mudik ke Wonosobo,” terang Welasiyem.

Rumah semipermanen yang terdiri atas 8 kios dan 3 tempat kos/kontrakan itu milik dua orang, yakni Kusmiyadi, warga Bugangan D 0 RT 5 RW 1 Kelurahan Bugangan dan Bu Ninik. ”Ada saksi melihat, sebelum kebakaran terjadi ada orang membakar sampah di belakang kios seng Indri Rezeki. Nggak tahu apakah itu penyebabnya atau bukan, biar diselidiki pak polisi,” imbuhnya.

Barang-barang berharga dan seluruh perkakas rumah tangga milik Welasiyem juga tidak ada yang bisa diselamatkan. ”Ada empat burung, dan tiga ayam juga mati terbakar,” katanya.
Selain itu, bangunan Pos Kamling RT 8 RW 1 Bugangan yang terletak di deretan bangunan di pinggir Jalan Barito tersebut juga ludes terbakar.

Ketua RT 8 RW 1 Bugangan, Sunaryo, 42, yang juga menempati kios 593 A, mengaku belum merinci kerugian secara detail. Namun diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta. ”Sebagian besar, barang dagangan milik saya yang terbakar adalah tong plastik. Harga tiap tong plastik kurang lebih Rp 250 ribuan. Tong plastik yang terbakar berjumlah ribuan buah,” katanya.

Sementara, kasi Operasional Diinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Supriyanto mengatakan, dalam melakukan pemadaman tidak mengalami kendala. Menurutnya, kobaran api yang membesar disebabka karena cuaca yang sangat panas serta adanya tiupan ngin kencang. Namun, api dapat diatasi kurang lebih selama 30 menit. ”Kalau kejadian kebakaran sekitar jam 12 kurang 3 menit persis. Dengan mengerahkan tujuh unit mobil pemadam kita datangkan dari arah utara dan selatan. Sehingga dalam melakukan pemadaman lebih mudah karena kobaran api sudah terkepung oleh dua mobil pemadam dari dua arah,” katanya. (amu/mha/zal/ce1)