Arus Balik, Sopir Bus Dicek

381
PEMERIKSAAN KESEHATAN : Para sopir bus di terminal Kota Pekalongan dicek keseatannya pada Rabu sore (22/7) kemarin mulai pukul 16.00 sampai selesai. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEMERIKSAAN KESEHATAN : Para sopir bus di terminal Kota Pekalongan dicek keseatannya pada Rabu sore (22/7) kemarin mulai pukul 16.00 sampai selesai. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Para sopir bus kembali dicek kesehatannya oleh tim gabungan, demi kelancaran dan keamanan dalam mengendarai angkutan selama arus balik Lebaran. Tim gabungan tersebut adalah petugas Polres Pekalongan Kota, Dinas Perhubungan Pariwisata dab Kebudayaan (Dishubparbud) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan. Kegiatan digelar di terminal Kota Pekalongan, Rabu sore (22/7) kemarin mulai pukul 16.00 sampai selesai.

Kasatlantas Polres Pekalongan Kota, AKP Dwi Nugraha menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan ini bertujuan agar sopir benar-benar layak jalan.

“Jika sopir fit dan layak jalan, penumpang bisa selamat sampai tujuan,” ucapnya.
Diterangkan Dwi, kegiatan tersebut harus dilakukan mengingat pada awal arus mudik kemarin sering terjadi kecelakaan yang disebabkan oleh sopir bus yang kurang fit, baik di Jateng maupun di Jawa Barat.

Karena itu, imbuhnya, semua sopir bus di terminal diperiksa kandungan narkoba, tekanan darah dan gula darahnya. Baik sopir bus lokal maupun non lokal. Dengan target kurang lebih 50 sopir.

Namun, sampai selesai digelar pemeriksaan kesehatan, masih belum ditemukan hal yang mencurigakan. Semua masih dinyatakan negatif. “Semua sopir ikut dalam pemriksaan ini. Mereka sadar, karena mereka bertanggunga jawab atas penumpangnya,” ucapnya.

Pihaknya berharap, pemilik Perusahaan Otobus (PO) juga mau bekerjasama dengan sadar memeriksakan para sopirnya sebelum berangkat. Sekaligus mematuhi aturan, yaitu sopir minimal istirahat minimal 5 sampai 7 jam sebelum berangkat lagi.

“Sampai akhir pemeriksaan kesehatan, kami belum menemukan hal yang mencurigakan. Namun jika ada sopir yang kesehatannya rawan, akan disitirahatkan. Jika terbukti narkoba, akan langsung ditindak sesuai hukum,” tandasnya. (han/ida)