Bidik Pelatih Jerman

331

SEMARANG – Pengprov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jateng terus menggenjot persiapan atlet mereka untuk menghadapi sisa serangkaian babak kualifikasi PON serta ajang yang sebenarnya PON 2016 di Jabar mendatang. Tak tanggung-tanggung, dalam waktu dekat ini tim Pelatda atletik Jateng akan dipoles oleh dua pelatih asal Jerman yang rencananya akan menangani nomor-nomor lari jarak pendek serta nomor lempar.

Ketua Harian PASI Jateng, Rumini dihubungi kemarin mengatakan, kedua pelatih asal Jerman itu rencananya akan mulai merapat pada Oktober 2015 mendatang untuk langsung menggenjot kemampuan anak-anak Jateng. ”Untuk pemain asing kami memang mendapat bantuan dari KONI Jateng untuk mendatangkan satu pelatih asing, sedangkan satu lagi kami mendapatkan bantuan dari PB PASI. Dan memang dalam hal ini kami bekerja sama dengan PB PASI karena kalau kami cari sendiri belum tentu akan mendapatkan pelatih yang bagus,” kata mantan atlet nasional itu.

Dengan kedatangan pelatih asing, pihaknya berharap mampu memompa motivasi anak-anak Jateng. Selain itu pihaknya juga berharap pelatih-pelatih lokal yang ada juga bisa menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari pelatih berpaspor Jerman tersebut. ”Bukan berarti kami mengecilkan peran pelatih-pelatih lokal, namun harapan kami tentunya pelatih asing dan lokal bisa bersinergi untuk membantu meningkatkan prestasi ateltik Jateng di PON Jabar besok,” sambungnya.

Lebih lanjut Rumini menambahkan, dari 30 atlet Jateng yang disiapkan menghadapi ajang multievent empat tahunan itu, 14 di antaranya telah memastikan tiket untuk tampil di PON melalui serangkaian babak kualifikasi yang telah berlangsung kemarin.

Di sisa waktu ini, Rumini yakin Jateng akan mampu menambah kuota atlet mereka yang lolos di PON Jabar. Termasuk nomor-nomor lari jarak jauh yang akan melakoni babak kualifikasi hingga akhir 2015 mendatang.

Di sisa waktu ini setidaknya masih ada tiga babak kualifikasi yang akan dilalui anak-anak Jateng yaitu Bali Maraton pada Agustus 2015, Kejurnas Atletik di Jakarta pada September 2015 dan terakhir pada gelaran Jakarta Maraton Oktober 2015 mendatang. ”Untuk maraton limit waktu yang dipatok PB PASI cukup tinggi jadi kami harus berjuang ekstrakeras. Dan nanti yang jelas setelah serangkaian babak kualifikasi selesai kami akan langsung menyusun evaluasi termasuk pemetaan kekuatan daerah lain dilihat dari hasil babak kualifikasi itu,” pungkas Rumini. (bas/smu/ce1)