Dewan Merasa Tak Dianggap

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – DPRD Jateng merasa tidak dianggap keberadaannya sebagai mitra oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Penyebabnya, Gubernur secara sepihak mengeluarkan Surat Edaran (SE) No 420/006752/2015 tentang Penyelenggaraan Pendidikan pada Satuan Pendidikan di Jateng tanpa melibatkan dewan. Padahal, di dalamnya berisi pemberlakuan uji coba sekolah lima hari di Jateng tahun ajaran 2015/2016.

Meski hanya lima hari sekolah, dan jam pelajaran pun bertambah menjadi mulai pukul 07.00 sampai pukul 17.00. Wakil Ketua Komisi E DPRD Jateng, Joko Purnomo sangat menyayangkan diterbitkannya SE Gubernur secara sepihak. Sebab selama ini pemprov tidak pernah membahas masalah itu dengan Komisi E yang membidangi masalah pendidikan. ”Kalau gubernur menganggap DPRD mitra, mestinya jangan mengeluarkan SE sepihak. Tapi justru kami tidak dilibatkan,” katanya, kemarin.

Joko menambahkan, sebagai gubernur mestinya harus melibatkan DPRD sebagai mitra. Sebab, kebijakan yang diambil merupakan kebijakan publik yang berdampak pada pendidikan di Jateng. Ia juga mengkritisi kebijakan itu bersifat uji coba dan membolehkan sekolah yang tidak siap untuk tak melaksanakan sekolah lima hari. ”Artinya ini bentuk pesimisme dari gubernur jika sekolah lima hari bakal berhasil. Mestinya kebijakan harus tegas,” imbuhnya.

Dewan juga mengkritik uji coba yang dilakukan ternyata untuk semua sekolah di Jateng. Mestinya jika uji coba cukup mengambil sampel, kemudian dilakukan evaluasi, apakah hasilnya menggembirakan atau justru sebaliknya. Pihaknya mengaku sebenarnya sudah melakukan penyerapan aspirasi ke beberapa daerah kabupaten/kota di Jawa Tengah tentang rencana kebijakan ini beberapa waktu yang lalu. ”Ini kami lakukan sebagai langkah antisipasi apabila suatu waktu, pemprov meminta masukan DPRD. Ternyata antisipasi meleset, dan SE sudah meluncur, tapi kami sebagai mitra tidak pernah diajak bicara,” tambah anggota Komisi E DPRD Jateng, Muh Zen Adv.

Ia mengatakan, kekecewaan Komisi E cukup beralasan. Sebab, jika dipaksakan lima hari sekolah pasti bakal memiliki titik jenuh yang dialami anak-anak dan guru. Bahkan, pihaknya tidak setuju dengan pemberlakuan kebijakan tersebut. ”Jelas nanti akan ada titik jenuh, kami tidak sepakat apa pun alasannya, karena berbagai pertimbangan,” tambahnya.

Dewan menilai, sebenarnya dalam surat edaran uji coba hanya untuk SMA dan SMK. Tapi kenyataannya di lapangan banyak daerah yang terkesan menerapkan juga untuk SD dan SMP karena banyak yang menganggap sebagai instruksi atau perintah. Selain itu, jika ini diberlakukan banyak kendala di lapangan. Mulai faktor ekonomi, religi dan sebagainya. ”Ini sudah beredar SE, jadi harusnya hanya uji coba dan nanti dilakukan evaluasi. Jangan sampai kebijakan justru merusak moralitas anak, karena hanya terbebani pendidikan formal,” kata anggota Komisi E DPRD Jateng, Rusdiyanto. (fth/ric/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -