Hilmi dan Arifin Menguat

450

KENDAL – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Kendal berpeluang menggandeng Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam pilkada mendatang. Sejumlah nama tokoh PKB kini tengah dibidik untuk menjadi wakil incumbent Widya Kandi Susanti.

Dari informasi yang dihimpun, sejumlah parpol diketahui mendekat untuk memunculkan nama bakal calon wakil bupati. Namun dari partai pendukung yang terkuat diketahui adalah PKB. Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Kendal, Suyuti mengungkapkan jika PDIP kemungkinan akan berkoalisi dengan partai lain dengan nama kuat pengusung dalam koalisi nanti adalah PKB. ”Kemungkinan besar akan berkoalisi dengan PKB, saat ini kami masih menunggu keputusan dari DPP yang selambat-lambatnya dalam minggu ini akan keluar kemungkinan Kamis atau Jumat,” katanya kemarin.

Walaupun begitu, dirinya enggan membocorkan siapa nama calon bupati yang nantinya akan diusung. Menurutnya, pihak DPC saat ini pun masih menunggu rekomendasi calon bupati dan wakil bupati yang nantinya maju dalam pilkada. ”Nama calon dari PKB masih dirahasiakan,” ungkapnya.

Meski enggan menyebut nama, namun beredar informasi dua tokoh PKB yang sedang diincar PDIP adalah Hilmi Dimyati Rois dan Arifin Djunaedi. Hilmi merupakan putra ulama karismatik KH Dimyati Rois. Sedangkan Arifin kini menjabat Ketua LP Maarif Pusat, serta mantan anggota DPR RI dua periode. Nama Arifin bahkan disebut sudah masuk ke DPP PDIP untuk menunggu rekomendasi.

Lebih lanjut Suyuti membeberkan, calon wakil bupati yang dicari oleh PDIP harus memiliki kriteria khusus. Di antaranya memiliki karakter kuat, mampu mendulang suara, dan memiliki elektabilitas dan popularitas di masyarakat Kabupaten Kendal. ”Beberapa nama dari parpol lain ada yang mendekat, tapi kita tunggu tanggal mainnya nanti, yang jelas kans koalisi dengan PKB terbuka lebar,” ucapnya.

Suyuti membeberkan jika setidaknya ada tiga nama calon bupati yang mendaftar dari partai berlambang banteng tersebut. Selain calon incumbent Widya Kandi Susanti, juga ada nama Rustaryono, dan Wiratno yang merupakan Dandim Kendal. ”Saat ini menunggu rekom dari DPP, kemungkinan besar rekomendasi akan jatuh kepada Widya Kandi Susanti karena DPP ingin rekomendasi jatuh ke kader PDIP,” tegasnya. (den/ric/ce1)