Kembali Gelar Arak-arakan

576
SUDAH TRADISI : Arakan-arakan gunungan megono dan hasil bumi menjadi ciri khas tradisi Syawalan di Linggoasri Kajen Pekalongan akan dilaksanakan Jumat (24/7) besok. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SUDAH TRADISI : Arakan-arakan gunungan megono dan hasil bumi menjadi ciri khas tradisi Syawalan di Linggoasri Kajen Pekalongan akan dilaksanakan Jumat (24/7) besok. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN–Puncak Tradisi Syawalan di Objek Wisata (OW) Linggoasri, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan 1436 H, dijadwalkan pada Jum’at (24/7) besok. Seperti tahun sebelumnya, upacara tradisi Syawalan ini akan dimeriahkan gunungan megono dan hasil bumi dari setiap kecamatan yang dilombakan seperti biasanya.

Upacara tradisi Syawalan tersebut akan dibuka secara resmi oleh Bupati Pekalongan, Amat Antono dan Wakil Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, dengan melepas puluhan gunungan megono dan hasil bumi dari depan kantor Balaidesa Linggoasri hingga Lapangan Wana Wisata Linggoasri.

Setelah gunungan hasil bumi dan megono dikumpulkan di lapangan Wana Wisata Linggoasri, dibacakan doa, dan dilakukan pemotongan tumpeng oleh bupati, selanjutnya diperebutkan oleh warga yang datang ke objek wisata pegunungan tersebut.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga, Kabupaten Pekalongan, Fuadi Jaman menjelaskan bahwa selain gunungan megono dan gunungan hasil bumi, pihaknya juga menyediakan ribuan bungkus nasi megono yang akan dibagikan kepada warga yang hadir.

Menurutnya, acara puncak Syawalan di Objek Wisata Linggoasri, akan dikunjungi lebih dari sepuluh ribu pengunjung. Upacara tradisi Syawalan akan dimulai pukul 08.00 pagi di Lapangan Wana Wisata tersebut.

“Sebelumnya, Wabup Fadia Arafiq akan melepas arak-arakan yang mengusung kesenian khas Kabupaten Pekalongan dari Balai Desa Linggoasri. Dan Puncak Syawalan di Wana Wisata Linggoasri tahun ini, diharapkan bisa lebih meriah dibanding Syawalan tahun 2014 lalu, “ jelas Fuadi Jaman.

Fuadi Jaman juga mengatakan pengunjung selain bisa menyaksikan upacara tradisi Syawalan, juga bisa menyaksikan hiburan musik pop dan dangdut, di Panggung Hiburan objek wisata tersebut.

“Pengunjung juga bisa menikmati pemandangan alam serta suasana pegunungan di kawasan tersebut, bermain bersama keluarga di arena permainan yang disediakan atau berenang di kolam renang dengan air yang sejuk,” katanya. (thd/ida)