Pembesuk Rina dan Harini Paling Banyak

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MEMBELUDAK: Ratusan warga datang ke Lapas Kelas IIA Wanita Bulu Semarang untuk membesuk anggota keluarganya yang ditahan di lapas ini. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEMBELUDAK: Ratusan warga datang ke Lapas Kelas IIA Wanita Bulu Semarang untuk membesuk anggota keluarganya yang ditahan di lapas ini. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PENDRIKAN KIDUL – Selama libur Hari Raya Idul Fitri, pengunjung Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Wanita Bulu Semarang membeludak. Bahkan, sejak Idul Fitri lalu hingga Rabu (22/7) kemarin, tercatat jumlah pembesuk mencapai 1.958 orang. Saking banyaknya pembesuk, pengelola lapas harus mengatur antrean.

Kemarin, ratusan pembesuk terlihat menunggu di ruang tunggu layanan lapas tersebut. Mereka menunggu sampai dipanggil petugas lewat pengeras suara. Jam kunjungan sendiri diatur mulai pukul 09.30-12.00, pukul 12.00-13.00 istirahat, lalu dibuka lagi pukul 13.00-15.00. Kunjungan keluarga napi hanya dibuka Senin-Kamis serta Sabtu. Sedangkan Jumat dan Minggu tutup.

Setiap pengunjung didata oleh petugas pengaman pintu utama. Mereka juga diambil sidik jarinya lewat finger print dan difoto. Selanjutnya para pembesuk diarahkan ke ruang pertemuan yang dikawal petugas.

”Selama Idul Fitri ini, pembesuk penuh Mas. Pada 17-20 Juli 2015, kami sampai membuka 8 tenda yang semuanya penuh dengan pembesuk. Para pembesuk dari awal Idul Fitri sampai sekarang sekitar 1.958 orang,” kata Kepala Lapas Kelas IIA Wanita Bulu Semarang, Suprobowati didampingi Kepala Pengamanan, Putranti, saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di kantornya, Rabu (22/7).

Suprobowati mengatakan, pembesuk tersebut belum termasuk anak-anak yang tidak didata secara langsung. Untuk jam pembesuk juga diakui Suprobowati diperpanjang.

”Waktu besuk selama Idul Fitri dari pukul 09.00-12.00 dilanjut pukul 13.00-16.00, semua petugas pemasyarakatan juga dikerahkan untuk pengamanan. Kami batasi barang bawaan para pembesuk, seperti baju maksimal 9 pasang dan makanan penyerahannya dikontrol secara rapi dan teratur oleh petugas lapas,” ungkapnya.

Khusus untuk tahanan kasus korupsi, diakui Suprobowati, yang paling banyak dikunjungi adalah mantan Bupati Karanganyar Rina Iriani, narapidana kasus korupsi subsidi Perumahan Griya Lawu Asri (GLA) Kabupaten Karanganyar tahun 2007-2008 dan mantan Staf Ahli Wali Kota Semarang, Harini Krisniati, terdakwa kasus dugaan korupsi program Semarang Pesona Asia (SPA) 2007. ”Bu Rina dan Bu Harini yang membesuk dari staf dan keluarga. Dari awal Idul Fitri dibuka, langsung ramai sekali,” katanya.

Untuk kegiatan para tahanan maupun narapidana, selama Idul Fitri dibebaskan, kecuali rutinitas menjaga kebersihan. Sedangkan kegiatan pembinaan distop sementara. Ia juga menyebutkan untuk halalbihalal Idul Fitri akan dilaksanakan pada 29 Juli 2015 mendatang.

”Kegiatan wartel tetap dibuka, jadi tahanan yang tidak dibesuk bisa komunikasi dengan waktu yang dibatasi. Selain itu, kami juga mengadakan siraman rohani usai salat Ied. Kalau pas halalbihalal rencananya akan mengundang artis Didi Kempot dan siraman rohani dari Ketua Basmas Jateng, KH Markani, SAg,” sebut Suprobowati.

Salah satu pembesuk warga Semarang Utara, Ariyanto, mengaku datang ke Lapas Wanita Bulu untuk membesuk saudaranya yang dipenjara. Ia datang bersama 3 anggota keluarganya. ”Ini kunjungan kedua saya, Mas. Mau merayakan Lebaran sama saudara yang jadi narapidana,” ujarnya.

Hal yang sama diutarakan pembesuk asal Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Bayu. Ia datang untuk membesuk keluarganya yang ditahan karena kasus trafficking. Ia merasa saudaranya ditahan karena menjadi korban, sehingga ia terus memberikan penguatan moral. ”Saya mau ketemu saudara, Mas. Selama Ramadan sudah ke-8 kali saya besuk. Dalam seminggu 3 sampai 4 kali saya selalu ke sini,” katanya. (jks/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -