Tarif Tak Naik, Pantai Indah Depok Sepi

702
SEPI : Lantaran jalan rusak dan minim fasilitas umum, Objek Wisata Pantai Depok Indah sepi pengunjung. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEPI : Lantaran jalan rusak dan minim fasilitas umum, Objek Wisata Pantai Depok Indah sepi pengunjung. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Objek Wisata Pantai Depok Indah yang terkenal dengan kebersihan dan keindahan pantainya yang tidak terkena abrasi, pada libur Lebaran Idul Fitri 1436 H ini, sepi pengunjung. Meski pihak pengelola tidak menaikkan tarif masuk pengunjung, hanya sebesar Rp 3 ribu.

Hal ini karena jalan menuju pantai sepanjang 3 km rusak parah serta sulit dilalui kendaraan bermotor. Selain itu, kondisi wisata yang membentang di dua desa, yakni Desa Depok dan Desa Blacanan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, tidak menyediakan fasilitas Mandi Cuci kakus (MCK) dan mushola untuk tempat beribadah pengunjung.

Ironisnya, sepinya pengunjung di Objek Wisata Pantai Depok Indah justru dimanfaatkan oleh pasangan muda mudi yang leluasa berbuat mesum, bersembunyi di balik semak hutan pinus di sekitar lokasi wisata.

Rudiyanto, 42, warga Jakarta yang berlibur di Objek Wisata Pantai Depok Indah, merasa prihatin dengan Pemkab Pekalongan yang tidak mengelola objek wisata Pantai Depok Indah dengan baik. Padahal, dari sepanjang objek wisata pantai yang ada di pantura, Objek Wisata Pantai Depok Indah merupakan salah satu pantai yang bersih dan teduh karena banyaknya pohon dan hutan pinus di sekitar pantai.

“Sangat disayangkan, Objek Wisata Pantai Depok Indah ini tidak dikelola dengan baik. Bahkan, faslitas umum maupun musala tidak ada,” ungkap Rudi yang mengetahui Objek Wisata Pantai Depok Indah dari foto-foto di internet.

Sementara itu, Kepala UPT Objek Wisata Pantai Depok Indah, Hery Purnomo, saat dimintai konfirmasi mengakui sepinya kunjungan di Objek Wisata Pantai Depok Indah karena kondisi jalan menuju lokasi wisata yang sempit dan rusak parah. Yakni, mulai dari Desa Sipait, Yosorejo hingga Desa Depok, tidak bisa dilalui untuk bersimpangan sesama mobil. Kalaupun ada jalan yang halus, hanya sepanjang 500 meter, yakni hanya di muka pantura Sipait. Selebihnya, jalan menuju Objek Wisata Pantai Depok Indah rusak parah dan menjadikan pengunjung tidak datang ke Objek Wisata Pantai Depok Indah.

“Sepinya pengunjung, karena jalan menuju lokasi rusak parah. Terlebih, kondisi jalan yang sempit dan sulit untuk persimpangan mobil. Sehingga pengunjung tidak mau datang ke Objek Wisata Pantai Depok Indah,” kata Hery, Rabu (22/7) kemarin.

Hery juga membenarkan bahwa di Objek Wisata Pantai Depok Indah tidak ada fasilitas umum, seperti MCK dan tempat bilas mandi. Kalaupun ada, hanya milik warga luar Desa Depok, sehingga tarif penggunaannya sangat mahal. “Jangankan MCK, listrik saja saya harus nyalur ke permukiman warga. Selain itu, gudang saya jadikan musala,” tegas Hery Purnomo saat ditemui di depan gerbang pintu masuk wisata.

Pihaknya sudah melaporkan kondisi tersebut ke Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Pekalongan. Namun tidak pernah direspon. Padahal kunjungan wisata tak pernah lebih dari 500 orang per hari, termasuk libur Lebaran Idul Fitri 1436 H. (thd/ida)