Titik Kembalikan Rp 2,5 Miliar

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SALATIGA-Terpidana kasus korupsi Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Titik Kirnaningsih beritikad baik dan menyanggupi pengembalian kerugian negara sebesar Rp 2,5 miliar. Itikad baik tersebut ditunjukkan dengan penyerahan sebuah sertifikat tanah milik yang bersangkutan kepada kejaksaan. Sertifikat tersebut, nantinya ditaksir harganya (taksasi) untuk kemudian dilelang. Proses lelang, nantinya akan diumumkan ke publik.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Salatiga, Suwanda mengungkapkan bahwa yang bersangkutan melalui pengacara dan keluarganya telah sanggup mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 2,5 miliar dengan menyerahkan sertifikat tanah. “Untuk sementara, atas dasar privasi, kami tidak bisa menyebutkan lokasi tanah dan luasnya kepada publik,” terang Suwanda saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (22/7) kemarin.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Salatiga, Indra Wijaya menambahkan, niat baik pihak terpidana menyerahkan sertifikat tanah tersebut berawal saat pihak Kejari Salatiga menagih pengembalian kerugian negara akibat adanya tindak korupsi yang dilakukan oleh istri Wali Kota Salatiga, Yulianto tersebut.

“Mekanismenya sesuai dengan Pasal 12 UU Tipikor. Kami menanyakan mengenai kewajiban terpidana untuk mengembalikan kerugian negara. Setelah itu, pihak terpidana menyanggupi dengan bentuk penyerahan sertifikat. Nanti setelah ditaksir harganya akan kami lelang,” pungkas Indra.

Sebagaimana diketahui, kasus ini disidik penyidik Tipikor Polda Jateng atas kasus korupsi proyek Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga tahun 2008. Dari audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Tengah proyek tersebut merugikan negara Rp 12,23 miliar. Pada sidang di PN Tipikor Semarang, terdakwa lainnya Saryono, ketua DPU saat itu divonis 4 tahun dan Titik Kirnaningsih yang juga istri wali kota divonis 5 tahun penjara dengan denda Rp 2,5 miliar. (sas/ida)

Berita sebelumyaBidik Pelatih Jerman
Berita berikutnyaUKSW Ciptakan Piranti Daun
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -