Tokoh Agama Jateng Jaga Kerukunan

382
TINGKATKAN TOLERANSI: Pandam beserta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat secara bersama-sama secara simbolis mengangkat tangan dengan bergandengan. (NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TINGKATKAN TOLERANSI: Pandam beserta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat secara bersama-sama secara simbolis mengangkat tangan dengan bergandengan. (NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PUDAKPAYUNG — Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Jawa Tengah menyesalkan peristiwaa yang terjadi di Tolikara, Papua, saat perayaan Hari Raya Idul Fitri, beberapa waktu lalu. Rasa saling menghormati dan toleransi antarumat beragama seharusnya mendapat perhatian khusus. Apalagi peristiwa itu dilatarbelakangi larangan merayakan Lebran dari persatuan gereja setempat. Tentunya hal itu bertentangan dengan doktrin agama.

”Seharusnya gereja itu mengasihi sesama. Kami berharap peristiwa ini tidak terjadi kembali. Khususnya di Jawa Tengah,” ungkap PGI Wilayah Jateng Eka Lasa Purwibawa, di sela acara halalbihalal di Makodam IV Diponegoro, kemarin (22/7).

Eka mengatakan, Indonesia lahir dari beraneka ragam suku, agama, dan budaya. Oleh karena itu perlu menjunjung tinggi rasa saling menghargai, saling toleransi. ”Saling hormat-menghormati merupakan jalan yang terbaik dan bukan untuk menang-menangan,” katanya.

Hal senada juga dikatakan penasihat MUI Musman Tholib, yang saat itu hadir dalam acara halalbihalal. Pihaknya menyesalkan peristiwa tersebut karena insiden tersebut menodai agama. Diduga hal itu dilakukan oleh orang asing yang ingin memecah belah bangsa Indonesia.
”Irian Jaya merupakan pulau yang kaya raya dan sangat diincar oleh negara luar. Dan sara itu merupakan sarana paling cepat untuk memecah belah bangsa Indonesia,” katanya. Pihaknya berharap agar umat beragama dan aparat penegak hukum tidak terpancing dengan adanya perisitiwa tersebut.

Sementara itu Pangdam IV Diponegoro Mayjend TNI Bayu Purwiyono mengajak semua elemen masyarakat termasuk tokoh agama untuk meningkatkan toleransi dan kerukunan antarumat beragama. ”Mari kita tingkatkan dan junjung tinggi toleransi antarumat beragama. Jaga kerukunan umat beragama. Jangan sampai kesatuan kita tercerai gara-gara masalah agama,” pintanya.

Pangam juga berarap, kejadian di bumi Papua itu tidak menjadi sebuah provokasi di lingkungan Jawa Tengah dan DIJ. ”Perlu adanya pendekatan untuk semua kalangan mulai tokoh agama, masyarakat untuk saling bahu-membahu menjaga agar tidak terjadi perpecahan,” ujarnya.

Usai menyatakan sikap, Pandam beserta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat secara bersama-sama secara simbolis mengangkat tangan dengan bergandengan. Kemudian Pangdam juga melakukan Halalbihalal dengan ribuan prajurit dan PNS Kodam IV/Diponegoro didampingi Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Joni Supriyanto.

Dalam acara itu nampak dihadiri oleh sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat, di antaranya Ketua BP MAJT Noor Achmad, Ketua MUI Jateng Ahmad Darodji, Mgr Johannes Puja Sumarta Uskup Agung Semarang, dan sejumlah pejabat Kodam IV/Diponegoro. (hid/zal/ce1)