Wadah Reunian Para Mantan Sales Promotion Girl

659
MANTAN SPG: Anggota WoW Semarang saat acara kumpul bareng belum lama ini. (DOKUMENTASI WOW)
MANTAN SPG: Anggota WoW Semarang saat acara kumpul bareng belum lama ini. (DOKUMENTASI WOW)

Solidaritas sesama sales promotion girl (SPG) membuat Lin tercetus melahirkan Komunitas Women of Worth (WoW) pada 2010 silam. Komunitas yang dihuni 30 wanita cantik ini boleh dibilang sebagai wadah reunian para SPG.

AJIE MAHENDRA

LIN yang melakoni profesi sebagai SPG sejak 2002-2007 merasa pertemanan merupakan langkah awal menjalin kekeluargaan. Hubungan persahabatan yang terus dirajut lewat jejaring sosial bersama teman-teman satu angkatan itu kini menjadi keluarga besar yang keintimannya hampir seperti kakak-adik.

”Awalnya kami hanya saling kenal ketika sama-sama jadi SPG di beberapa pameran atau event di Semarang. Karena ingin punya banyak teman, setiap ketemu sesama SPG saya pasti minta kontaknya,” tutur Lin kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ketika merasa kangen, Lin tidak canggung untuk menghubungi mereka. Apalagi banyak yang sudah mentas dari SPG, dan menjadi pengusaha, pegawai swasta, PNS, hingga ibu rumah tangga.

”Nah, komunitas ini dibentuk sebagai ajang pelepas rindu dan berbagi pengalaman,” papar Ketua WoW Semarang ini.

Saban bulan, WoW tidak penah absen kumpul. Tempatnya berpindah-pindah agar tidak bosan kumpul di tempat itu-itu saja. Biasanya, komunitas ini mem-booking kafe atau restoran untuk gathering. Memang butuh tempat yang cukup luas. Pasalnya, meski anggotanya hanya 30 orang, tapi mereka kerap mengajak keluarga ikut kumpul-kumpul.

Yang menjadi ikon WoW adalah selalu punya dresscode setiap gathering. Meski konsepnya hanya nongkrong saja, tapi kekompakan harus tetap dijaga. Memang tidak ditentukan secara khusus busana yang harus dipakai. Biasanya mereka hanya menyamakan warnanya.

Tak hanya sebatas gathering, para anggota yang sebagian besar wanita karir ini juga membuat wadah yang memiliki misi kegiatan sosial. ”Jadi di WoW selain sebagai tempat bernostalgia serta refresing, kami juga mengumpulkan dana untuk aksi sosial. Seperti charity atau disumbangkan ke panti asuhan,” imbuh Lin.

Salah satu anggota WoW, Maria Santi Dewayani, mengaku bergabung dengan komunitas ini karena punya kegiatan sosial. ”Jadi, tidak hanya senang-senangnya saja. Kalau bisa banyak lagi agenda sosialnya. Bisa tiap ada momen hari besar diadakan baksos. Saya kira komunitas ini akan lebih berarti lagi nantinya,” kata wanita yang berkarir di PT Pertamina ini.

Selain itu, dia berharap keluarga WoW bisa bertambah besar. Bahkan dia berharap komunitas ini bisa diteruskan oleh anak-anak mereka. ”Semoga kekompakan dan kekeluargaan ini bisa terus berlanjut. Bahkan mungkin sampai anak-anak kami bisa menjadi bagian dari WoW,” harapnya. (*/aro/ce1)