Cawabup Mutiara Diduga Mundur

337
BERSELISIH: Pasangan Mukhamad Mustamsikin dan Akhadi Adi Putra (tengah) yang dideklarasikan pada Selasa (14/7) lalu. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERSELISIH: Pasangan Mukhamad Mustamsikin dan Akhadi Adi Putra (tengah) yang dideklarasikan pada Selasa (14/7) lalu. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL — Pasangan Mutiara yang terdiri atas calon bupati (cabup) Mukhamad Mustamsikin dan calon wakil bupati (cawabup) Akhadi Adi Putra yang diusung oleh empat parpol (PAN, PPP, Partai Golkar dan Partai Gerindra) dikabarkan menuai perselisihan. Akhadi Adi Putra mulai marak diisukan mengundurkan diri dari posisi cawabup.

Mundurnya politisi asal Golkar itu belum diketahui penyebabnya. Saat akan dikonfirmasi melalui telepon selulernya, nomor tidak dapat dihubungi. Begitu pun saat dikirim pesan singkat, juga tidak ada jawaban. Sementara Mustamsikin saat akan dikonfirmasi belum dapat memberikan konfirmasinya. ”Sebentar Mas, saya sedang rapat,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik Kartika Nursapto mengatakan bahwa mundurnya Adi Putra dari pasangan Mutiara akan melemahkan rasa kepercayaan masyarakat. Baik terhadap pasangan calon maupun terhadap parpol pengusung.

Ia menilai deklarasi pasangan Mutiara dinilai tergesa-gesa. Ia mengomparasikan dengan pasangan calon di sejumlah daerah lain di kabupaten dan kota di Jateng. Yakni umumnya parpol berani mendeklarasikan pasangan setelah betul-betul mendapatkan kepastian rekomendasi dari DPP parpol pengusung. Baik itu koalisi maupun mandiri.

”Nah, saya melihat yang terjadi di Kendal ini cukup unik. Parpol-parpol sudah berani mendeklarasikan sebelum rekomendasi turun. Jika tidak jadi berpasangan, maka akan mencederai dari pasangan calon, parpol-parpol pengusung maupun tim pendukung dan relawan yang sudah sejak awal siap berjuang memenangkan pasangan,” tandasnya.

Menurutnya, deklarasi pasangan calon sesuatu yang sakral seperti pasangan pengantin, karena sudah diumumkan dan dipublikasikan di media. Ibarat kata, masyarakat sudah mendapatkan undangan untuk melihat dan memilih pasangan calon. Tapi belum waktunya pemilihan, masyarakat harus dikecewakan dengan pasangan yang sudah mundur.

”Ini menjadikan lemahnya kepercayaan masyarakat Kendal akan parpol pengusung. Juga keluarga dari pasangan calon yang harus dipermalukan sedemikian rupa, karena batal berpasangan. Sebab deklarasi itu bukan hanya gertakan terhadap lawan politik saja,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Mutiara, Sakdullah mengaku jika sejauh ini dirinya belum mendapatkan surat pengunduran diri dari kedua pasangan calon tersebut. ”Saya malah belum tahu jika ada yang mengundurkan diri,” akunya.

Tapi, Sakdullah menyatakan sudah mengirimkan surat permohonan rekomendasi ke parpolnya untuk dua pasangan Mutiara. ”Sejauh ini masih pasangan Mutiara yang kami ajukan rekomendasi dari DPP,” jelasnya. (bud/ida/ce1)