Forkopinda Antisipasi Insiden Tolikara Papua

325

KENDAL — Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti mengajak seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat untuk menciptakan suasana perdamaian dan toleransi antarumat beragama di Kendal. Menyusul adanya insiden pembakaran tempat ibadah di Tolikara, Papau pada perayaan Idul Fitri lalu.

”Insiden di Tolikara ini harus ditanggapi serius oleh seluruh elemen masyarakat. Baik di Kepolisian, TNI, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) maupun tokoh-tokoh masyarakat. Sehingga jika timbul gejolak keberagamaan di Kendal bisa segera dilakukan antisipasi,” ujar Widya, Kamis (23/7) kemarin.

Pihaknya mengaku sudah menggandeng jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) untuk bergerak cepat melakukan antisipasi insiden Tolikara agar tidak merembet ke wilayah Kendal.

”Caranya dengan melakukan pertemuan atau mengumpulkan tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat dan sejumlah tokoh organisasi masyarakat untuk terlibat dalam gerakan ini,” tandasnya.

Di sela rapat Forkompinda dan FKUB di ruang kerja bupati itu, turut hadir Kapolres Kendal AKBP Widi Atmoko, Dandim 0715 Kendal, Letkol Kav Wiratno, Wakil Bupati Kendal, Sekda Kendal, Ketua dan anggota FKUB Kendal, Ketua MUI Kendal serta tokoh masyarakat. Rapat ini bertujuan untuk membahas langkah-langkah yang perlu diambil dalam menyikapi insiden Tolikara.

Kapolres Kendal, AKBP Widi Atmoko mengatakan insiden di Tolikara saat ini masih dalam penanganan pemerintah dan masih dalam tahap investigasi. Suasana saat ini di Tolikara sudah kondusif dan masih dalam perbaikan. Ia meminta agar masyarakat tetap tenang dan memercayakan penanganan insiden tersebut kepada pemerintah.

”Masyarakat jangan mudah terprovokasi, baik oleh orang lain ataupun dari pemberitaan media yang memiliki banyak persepsi. Jangan sampai kerukunan umat beragama yang sudah terjalin selama ini, terpecah belah denga adanya pertikaian karena provokasi dari oknum yang tidak bertanggung jawab,” tuturnya.

Ketua FKUB, Ubaidillah mengambil inisiatif untuk segera mengadakan rapat koordinasi antar tokoh agama. Kejadian di Tolikara harus dilokalisasi agar tidak merambah ke wilayah lain. ”Hal ini tentu membutuhkan para tokoh agama agar membantu meredam pemberitaan negatif dari kejadian di Tolikara agar tidak berkembang dan meluas di Kendal,” tuturnya.

Sementara itu, dari perwakilan gereja Kendal menyampaikan permintaan maaf atas insiden Tolikara. Mereka mengecam kejadian tersebut yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa tersebut. (bud/ida/ce1)